Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 20 Juli 2016 15:58 WIB

Indahnya Kepemimpinan Rasulullah

Google News - harianterbit.com

Setiap bangsa memiliki pemimpin yang dibanggakan, namanya dikenang meski telah tiada seperti Napoleon Bonaparte untuk Perancis, Gamal Abdel Naseer untuk Mesir, Bung Karno untuk Indonesia.  

Umat Islam se dunia juga memiliki seorang pemimpin besar yang nama, ajaran dan perilakunya dikenang dan dicontoh yakni Rasulullah Muhammad. Meskipun beliau telah wafat 14 abad silam nama dan pengaruhnya tetap abadi hingga kini bahkan hingga akhir zaman karena kepemimpinan dan keteladanan semasa hidupnya.  

Rasululah sebelum menjadi pemimpin telah mengawali memimpin dirinya sendiri antara lain memimpin penglihatannya, pendengarannya dari hal-hal yang dapat membusukkan hatinya. Rasulullah memimpin tutur katanya sehingga tidak pernah berbicara kecuali kata-kata  yang  benar, indah, dan padat bermakna. Rasulullah pun memimpin nafsunya, keinginannya, dan memimpin keluarganya sehingga mampu memimpin dunia.

Setiap ucapan Rasulullah sesuai dengan perbuatannya sehingga diyakini kebenarannya. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” ( QS Al Ahzab : 21).

Rasulullah memimpin umatnya tidak hanya dengan akal dan fisiknya melainkan dengan hatinya. Rasulullah selalu menebar kasih sayang kepada sesama tidak membedakan kaya miskin meski berbeda agama, perilakunya santun rahmatan lil ‘alamin  dan menyejukkan.
 
Rasulullah pernah bersabda, sebaik-baik pemimpin adalah yang dicintai dan mencintai orang lain. Pemimpin yang mendoakan dan didoakan kebaikan orang lain. Pemimpin yang bisa membawa kemaslahatan umatnya, berkorban  untuk orang lain bukan mengorbankan orang lain.

Al-Qur'an sangat melarang perilaku dan ucapan yang dapat menyinggung  sensitifitas orang lain. Rasulullah menyeru pengikutnya mampu mengendalikan dirinya untuk suka memaafkan, sabar dan menjauhi kedengkian.
 
Betapa indahnya seseorang bila karakter dan akhlak terpujinya menjadi selimut hidupnya, sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur’an tentang Rasulullah: ”Dan sesungguhnya kamu benar-benar  berbudi pekerti yang agung. ”(QS Al-Qalam: 4). Allah berfirman: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya  kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka  menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS Ali ‘Imran: 159).

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh/Harian Terbit)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus