Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 13 Juli 2016 13:24 WIB

Perpaduan Lidah Akal dan Hati Dalam Membaca Al Quran

Google News - harianterbit.com

Al Quran adalah pedoman hidup manusia, membacanya pun bukan sekedar membaca dengan hanya menggerakkan lidah namun membaca kitab suci wahyu yang diturunkan dari Allah kepada Rasulullah Muhammad merupakan perpaduan antara lidah, akal dan hati.

Membaca Al Quran dengan tartil, pelahan tidak tergesa-gesa, teratur apalagi dengan suara yang meresap enak didengar dengan tajwid dan mahroj yang benar membantu kekhusyukan  pembacanya maupun yang  mendengarkannya sehingga  menghayati isinya.

Ketika membaca Al Quran akal berpikir dan memahami, sedangkan tugas hati menerima nasehat dan peringatan  sehingga benar-benar dapat memperhatikan yang dilarang dan yang diperintahkan Allah.

“Singkatnya yaitu lidah membaca, akal memahami dan hati menerima peringatan,” kata  Imam Al Ghazali dalam Ihya’ ’Ulumuddin.

Ketika membaca Al Quran hendaklah menghadirkan kalbu dan mengingatkan bahwa yang dibacanya  bukan sekadar bacaan manusia  melainkan  firman Allah sehingga ketika membaca  dapat mengenangkan sifat-sifatnya, kemahaakbarannya.

Ulama salaf generasi penerus sesudah Rasulullah ketika membaca Al Quran  dengan  menghadirkan hatinya dan mengulang-ulang membacanya agar dapat mengerti isinya.

Ali bin Ab Tholib sahabat Nabi berkata: ”Tidak membawa kebaikan suatu peribadatan yang tidak ada pengertian didalamnya dan tidak menjadi kebaikan suatu bacaan yang tidak ada pemikiran makna yang tersirat didalamnya.”

Ketika membaca Al Quran ada firman perintah atau larangan dihayati seolah-olah perintah itu langsung  dari Allah, ketika membaca atau mendengar dalam bacaan Al Quran tentang janji atau ancaman hedaklah seolah-olah janji dan  ancaman  itu juga langsung ditujukan pada yang membaca atau yang mendengarkannya, demikian hendaknya ketika membaca dalam Al Quran tentang cerita atau kisah para Nabi hendaklah  diambil keteladannya dan pembelajarannya.

Membaca dan mempelajari Al Quran memiliki kelebihan. Allah SWT memberi ganjaran pahala berlipat ganda dari setiap huruf yang dibaca sekalipun tidak memahami maknanya. Al Quran merupakan kalam Allah yang bernilai mukjizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril.

Rasulullah bersabda: ”Sebaik-baik kamu ialah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya” (HR Bukhari).

Yang sangat utama  ketika membaca Al Quran seraya memohon agar dibukakan hati hanya mengharap ridho dan rahmatNya.

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh/Harian Terbit)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus