Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 29 Juni 2016 13:25 WIB

Istighfar Setelah Beramal

Google News - harianterbit.com

Boleh jadi merasa bangga ketika selesai melakukan amal perbuatan yang baik mengira amalnya diterima Allah, padahal hanya Allah yang tahu apakah amal kita dierima atau tidak.

Kita tidak menyadari masih banyak maksiat dan dosa yang kita lakukan. Dalam beramal pun sering lalai melakukannya secara ikhlas.

Ketika sholat misalnya, boleh jadi pikiran kita tidak fokus atau ada bacaan dan gerakan yang masih salah tidak sesuai yang dicontohkan Rasulullah. Untuk itulah seusai mengucapkan salam diakhir sholat  biasanya yang pertama diucapkan adalah istighfar (astaghfirullohal azhim). Ketika berpuasa pun kita dianjurkan untuk banyak beristighfar.

Rasulullah sosok teladan dan  mulia yang dijamin Allah masuk surga namun beliau membiasakan sedikitnya  70 kali atau 100 kali beristighfar dalam sehari. Istighfar yang diucapkan Rasulullah benar-benar istighfar, sedangkan istighfar yang kita ucapkan mungkin masih cenderung tidak sesuai antara ucapan dengan perbuatan.

Dalam hadits shahih dijelaskan bahwa Rasulullah selesai mengucapkan salam pada rokaat terakhir sholatnya  beliau mengucapkan istighfar tiga kali. (HR. Muslim dari Tsauban).

Para jamaah haji selesai melaksanakan ibadah haji juga diperintahkan Allah untuk berzdikir, beristighfar.

Firman Allah: "Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Baqarah: 198-199). Masy ‘aril Haram adalah bukit Quzah di Muzdalifah.

Demikianlah yang seharusya kita lakukan setiap selesai dari melaksanakan ibadah kemudian beristighfar memohon ampunan atas kealpaan atau kesalahan yang kita lakukan. Allah tidak akan mengazab orang yang selalu beristighfar sebagaimana firmanNya:

”Dan Allah  sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” (QS Al-Anfâl:33).

Dalam Al Qur’an disebutkan rahmat akan turun dengan sebab istighfar.: “…….Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.”(QS An Naml: 46).

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus