Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 22 Juni 2016 11:39 WIB

Kesabaran Datang di Bulan Ramadhan

Google News - harianterbit.com

Hawa nafsu bisa diartikan sebagai dorongan keinginan untuk menurutkan kata hati. Dorongan hati itu bisa yang berhubungan dengan selera makan, minum atau busana, bisa dorongan hati untuk bercita-cita, memiliki keinginan yang berkaitan dengan materi dan dorongan hati yang berhubungan dengan  syahwat.   

Semua dorongan hati itu tidak terlepas dari peran setan yang selalu menggoda menghalang-halangi setiap perbuatan yang baik atau menggoda  mendorong hati agar melakukan yang tidak baik menurut ukuran etika ataupun syariat.

Menghadapi dorongan hati agar tidak terjerumus pada sesuatu yang mendatangkan kerugian, kerusakan atau membahayakan bagi diri atau oranglain diperlukan kehati-hatian, kesabaran dan cara berpikir yang matang agar terjaga keseimbangan.

Ramadhan disebut sebagai bulan kesabaran yang menuntut melakukan ibadah puasa untuk sabar menahan lapar, haus dan hal-hal lain yang bisa membatalkan puasa agar menjadi orang-orang bertakwa. Dari  Abu Said al Khudri, Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang berusaha untuk sabar, maka Allah akan menjadikannya mampu bersabar. Tidak ada pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran” (HR. Bukhari-Muslim).

Manakala sabar telah dapat terbentuk melalui puasa akan terbentuk pula ketaatan pada Allah, sabar menghadapi musibah, sabar menjauhi hal-hal yang diharamkan,  dalam menahan keinginan,  menghadapi kekurangan (kemiskinan) atau kelebihan (kekayaan). Namun kenyataannya   banyak orang yang tidak sabar menghadapi semuanya itu karena dorongan nafsunya  masih mendominasi sehingga mengalahkan potensi rohaninya.

Kehadiran Ramadhan yang penuh keberkahan, rahmat dan ampunan itu merupakan pendidikan spiritual sangat bermakna dapat mengembalikan potensi ruhani  yang telah dirusak oleh hawa nafsu.  

Dorongan nafsu untuk makan atau minum sejak pagi hingga petang seakan menggebu-gebu agar segera bisa terpenuhi, padahal ketika saatnya berbuka meski hanya seteguk air atau sebiji kurma masuk melalui kerongkongan  seakan lenyap keinginan yang telah tertahan sejak terbit  fajar karena  berpuasa.  

“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan disempurnakan (ganjaran) pahala mereka tanpa batas” (QS az-Zumar:10).  Allah juga berfirman : “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”(QS Al Baqarah :153) Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus