Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 04 Juni 2016 20:59 WIB

Nikmatnya Berbuka Puasa Dengan Nasi Biryani Pakistan

Google News - harianterbit.com

Jakarta, HanTer - Berbagai restoran dan rumah makan kini mulai mempromosikan beragama menu untuk berbuka puasa. Satu diantaranya Rumah Makan Pakistan yang terletak di Jl Alternatif Cibubur No 7 KM 4, Cibubur, Jakarta Timur.

Rumah makan yang berkonsep Timur Tengah dengan wall paper bergambar padang pasir dan pohon korma ini menyajikan menu ala Pakistan untuk dinikmati. Diantara menu yang disajikan adalah Nasi Biryani. Secara tampilan nasi biryani ini mirip dengan nasi kebuli dari Arab Saudi. Namun cita rasanya berbeda, karena nasi briyani lebih ringan.



Apalagi jika Anda memilih nasi biryani yang berbahan daging kambing maka cita rasanya gurih tapi tak terlalu asin. Cita rasa yang gurih tersebut berasal dari sari pati daging kambing. Oleh karena itu jangan heran ketika menikmatinya maka tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk menghabiskannya.

Wasim Ahmed, pemilik rumah makan mengatakan, bahan baku biryani hampir sebagian besar didatangkan dari Pakistan seperti jintan, cengkih, kapulaga, kayu manis, daun salam koja, ketumbar, daun mint, jahe, bawang bombai, dan bawang putih. Riwayatnya nasi biryani ini merupakan sajian yang diperuntukkan untuk para raja.

"Nasi briyani ini riwayatnya adalah makanan para raja, jadi memang spesial mulai dari bahan dan proses memasaknya," kata Wasim.

Selain nasi biryani, ada juga beragam menu Pakistan lainnya yang disajikan. Diantaranya adalah lamb biryani, chicken biryani, beef biryani. Selain itu ada juga sayuran ala Pakistan yakni aloo gobhi, aloo palak, saag, aloo matter dan mixed vegetable.

Ada juga beragam lamb yang disajikan seperti lamb curry, lamb masala, lamb qorma dan fried baby lamb. Sementara dal yang disajikan terdiri dari chana, chicken, moong, sabsi, fry dan chole. Sedangkan roti yang disajikan juga beragam seperti chanai, cheese chanai, tanduri, capati, paratha, naan dan paperdam.

Wasim menuturkan, hampir semua makanan Pakistan mirip dengan kuliner Timur Tengah. Tentang hal ini, karena Pakistan secara geografis terletak di antara Timur Tengah dan India sehingga dipengaruhi oleh budaya dari dua wilayah tersebut, termasuk dalam hal kuliner. Jenis-jenis makanan banyak dipengaruhi budaya Timur Tengah, tapi bahan baku dan cara memasak mendapat banyak pengaruh dari India.

Kekhasan lain dari kuliner Pakistan, lanjut Wasim, adalah tidak adanya penggunaan santan. Contohnya kari, jika kari Arab pakai santan, maka kari Pakistan sama sekali tidak menggunakan santan. Meski tak menggunakan santan, kuliner Pakistan juga bisa tampil dengan kuah kental layaknya kuah bersantan. Hal itu, karena tak lepas dari pilihan rempah dan cara memasaknya yang teliti.

"Kami punya kari kambing, sapi dan ayam, itu dimasak tanpa santan," ujar pria lulusan Universitas Trisakti Jakarta ini.

Sementara untuk harga, pihaknya masih menggelar promo. Karena setiap porsinya hanya dalam kisaran Rp45-60 ribuan saja. Sehingga tidak akan merobek kantong Anda. Rumah makan ini buka setiap harinya dari pukul 10.00 - 23.00 WIB,

"Tapi untuk puasa ini kami buka dari pukul 15.00 sampai jam 24.00 WIB. Untuk takjil kam berikan gratis," paparnya.

(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus