Di Publish Pada Tanggal : Senin, 21 Maret 2016 11:58 WIB

Menelisik Kesalahan Kita

Google News - harianterbit.com

Menjadi kebiasaan manusia suka mengeluh. Ketika musim hujan mengeluh hujan turun tak henti-henti,  akibatnya  kebanjiran, sawah  dan tanaman tergenang air hingga gagal panen. Ketika kemarau panjang tak ada hujan akibatnya kekeringan dimana-mana, mengeluh karena  kesulitan air bersih ,sawah dan tanaman gagal panen.

Allah menciptakan alam, bumi, lingkungan dan cuaca  untuk memenuhi kebutuhan manusia dan sebagai pertanda  keberadaan Allah ,”Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir,”(QS Al-Jatsiyah:13) .

Sesungguhnya Allah  telah menetapkan aturan dan hukum bagi alam raya ini diantaranya  hujan, kemarau, ada lagi musim dingin dan lainnya yang berjalan sesuai dengan aturan  dan kehendak Allah.        
 
Hujan itu nikmat dari Allah, dan termasuk rizki bagi hamba-hamba-Nya, sehingga sepantasnyalah bersyukur dengan menggunakan nikmat-nikmat itu  untuk taat dan patuh kepada-Nya.

Namun Allah memiliki kekuasaan untuk  menahan nikmat itu karena telah terjadi pelanggaran  atas laranganNya  sehingga diganti dengan siksa, masyarakat menderita, datang bencana alam atau musibah lainnya.

Terjadinya kemarau panjang  boleh jadi karena dosa-dosa manusia. Terjadinya  perbuatan keji seperti zina, homo seksual, lesbian, percabulan, pembunuhan, perampokan, judi, mabok,  obat-obatan terlarang, para pemimpin membohongi rakyatnya, pemimpin obral janji  cederung  tidak ditepati, pedagang  mengurangi takaran dan timbangan  dan perbuatan lainnya yang melanggar ketentuan agama. "Sesungguhnya seorang hamba dihalangi rizkinya disebabkan dosa yang menimpanya." (HR. Ahmad).

Solusinya  tidak lain kembali pada jalan yang lurus, melaksanakan yang diperintahkan dan menjauhi  yang dilarang  Allah, bertaubat dari berbagai dosa dan kesalahan, dan memperbanyak istighfar. Melakukan amal kebaikan seperti sedekah, meringankan kesulitan  saudaranya yang seiman atau membantu meringankan  kesulian terhadap sesama.
 
Adalah kewajiban kita mengevaluasi diri  atas   sesuatu yang kita lakukan. Musibah bagi muslim yang taat merupakan ujian untuk “naik kelas”, ketika labil keimanannya terkadang taat  terkadang berbuat kesalahan maka musibah sebagai peringatan  agar mengingat Allah. Sedangkan  musibah sebagai hukuman  menggiring kita untuk  kembali ke jalan yang benar yang diridhoi. Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchsin M Soleh)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus