Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 13 November 2015 12:35 WIB

Harta Itu Amanah, Ada Hak Orang lain di Dalamnya

Google News - harianterbit.com

Harta adalah karunia Allah yang diamanatkan untuk diurus dan dikelola oleh pemiliknya, agar menafkahkannya pada jalan Allah `Infaq fisabilillah`. Untuk merealisasikan amanah harta, berarti menggunakan harta itu sesuai dengan aturan dan norma-norma Illahi sebagai pemberi amanah.

Amanah hanya diberikan kepada manusia tidak diberikan kepada makhluk-makhluk lainnya, seperti; langit, bumi dan gunung karena manusia telah dikarunia akal dan pikiran untuk membedakan mana yang benar dan salah.

Tapi boleh jadi manusia telah terperangkap dengan kemewahan dunia, sehingga kehidupannya serba materi, hedonistik, dikendalikan oleh harta. Tanpa  disadari telah dibebani dengan banyak persoalan keduniawian, sehingga lupa darimana harta miliknya itu.

Padahal Allah telah memberikan amanah harta kepada manusia untuk mengurusi dan mengelolanya. Sementara hak mutlak segala harta di dunia ini hanya pada Allah semata. “Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memeroleh pahala yang besar” (QS Al Hadid : 7 ).

Dalam mengelola harta Allah mengingatkan bahwa, sesungguhnya dalam harta yang dimiliki seseorang terdapat hak orang lain yang membutuhkanya. “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian” (QS Adz Dzariyat :19)

Para pemilik harta mempunyai tanggungjawab moral untuk mengingat kepada sesama dengan memberikan bantuan dari harta yang dimilikinya. ‘’ … Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (QS At Taubah:34)

Harta milik mempunyai fungsi ekonomi sebagai sumber  untuk kesejahteraan bersama. Harta amanat dari Allah itu bisa untuk kemakmuran umat manakala orang yang tengah diberi kecukupan harta, para pengusaha, pedagang dapat berbagi memberikan kepeduliannya kepada yang  sangat membutuhkan. “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan (infakkan), Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ : 39 ).

Wallohu a’lambishshawab.

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus