Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 16 September 2015 12:35 WIB

Perbuatan Tergantung Niatnya

Google News - harianterbit.com

Niat itu terdapat dalam kalbu (hati). Ia tidak nampak, sehingga sering kita mengabaikannya. Padahal niat merupakan masalah penting dalam setiap kita akan melakukan amal kebaikan. Niat merupakan salah satu kunci utama dalam beribadah.

Ketika kita hendak berpuasa diwajibkan niat yang menggerakkan pikiran sadar kita untuk melaksanakan salah satu perintah Allah SWT, sehingga ketika kita sudah meniatkan berpuasa maka, seluruh gen dalam tubuh kita menggerakkan rasa lapar untuk sementara dinon aktifkan, sehingga rasa atau hasrat untuk makan bisa dikendalikan.

Suatu ketika datang ujian berat adanya perintah Allah kepada Rasulullah untuk hijrah dari Mekkah ke Madinah. Maka, muncullah kegalauan para pengikut Rasulullah untuk meninggalkan hunian, harta dan sanak saudaranya, karena belum tahu bagaimana kehidupan nantinya di Madinah dan bagaimana keadaan kerabatnya di Mekkah setelah mereka tinggalkan.

Di tengah kegalauan hijrah itu ada sorang lak-laki yang amat gembira karena akan menikahi seorang wanita bernama Ummu Qais. Sesampainya di Madinah, Ummu bersedia dinikahi laki-laki itu apabila laki-laki itu turut serta berhijrah bersamanya. Turut berhijrahnya laki-laki itu karena akan menikah. Kemudian ada yang menyampakan hal itu kepada Rasulullah.

Dari Umar bin Khaththab mendengar bahwa  Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya.

Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam Ibnul Qayyim berkata, ”Niat adalah ruh amal, inti dan sendinya. Amal itu mengikuti niat. Amal menjadi benar karena niat yang benar. Dan amal menjadi rusak karena niat yang rusak.” .

Meluruskan niat, mengoptimalkan ikhtiar dengan cara-cara yang diridhoi Allah, selanjutnya  mengharap ridho  hanya kepada Allah. Sebaik-baik niat karena Allah SWT. Amalan kecil menjadi kebaikan besar karena niatnya benar, sedangkan amalan besar menjadi kecil karena salah niatannya.

Wallohu a’lambishshawab.

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus