Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 27 Agustus 2015 13:19 WIB

Pilih Kasar Atau Diam

Google News - harianterbit.com

Dalam keseharian lewat tayangan sinetron, media cetak, elektronika, media sosial (FB) atau di arena publik bahkan dari pejabat sering kita saksikan/baca/dengar ucapan kasar bernada kotor, menghujat, mencaci maki atau merendahkan martabat seseorang.

Boleh jadi mengungkapkannya ketika suasana hati sedang emosi, marah, kesal, tidak sadar atau memang sudah menjadi kebiasaannya atau karena berlindung melalui internet dengan nama samaran atau karena settingan di dunia hiburan.

Indonesia dikenal bangsa lain sebagai bangsa yang santun, ramah. Setiap suku di tanah air memiliki ajaran etika, adab, sopan santun dalam berkomunikasi, bersosialisasi dengan tatanan dan budaya masing-masing. Suku Jawa (antara lain Surakarta, Yogyakarta)  dengan ”Unggah-Ungguh”nya, suku Sunda dengan ”Tata-Krama”nya, Minangkabau (Sumatera Barat) dengan “Kato Nan Ampek”nya. Namun seiring perkembangan jaman perilaku dan tata krama berbicara dan berbahasa semakin luntur dan dikhawatirkan sirna.

Islam bukan hanya ibadah fisik seperti sholat, puasa, berhaji, zakat tapi juga mengajarkan peduli terhadap hak makhluk Allah yang lain termasuk dalam bertutur kata dengan baik, tidak kasar, jorok  karena berkata buruk bukan tanda-tanda orang beriman.

Rasulullah bersabda; ”Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencela, orang yang gemar melaknat, orang yang suka berbuat/berkata-kata keji, dan orang yang berkata-kata kotor/jorok” (HR Bukhori, Ahmad, Al-Hakim, dan Turmudziy dari Ibnu Mas’ud).

Islam mengajarkan agar berbicara dengan baik, sebagaimana firman Allah; “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ’Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS Al Isra’: 53)

Rasulullah bersabda; ” Barangsiapa yang memberi jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada antara dua janggutnya (lisan) dan apa yang ada antara dua kakinya (kemaluannya) maka aku menjamin Surga untuknya." (HR. Al-Bukhari).  

Berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain penting dan perlu, tapi daripada merendahkan martabat orang lain lebih baik diam. Rasulullah bersabda; ”Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari).

Wallohu a’lambishshawab.

(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus