Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 14 April 2018 21:11 WIB

Benahi Stasiun Duri, Begini Rencana Menhub Budi Karya

 Jakarta, HanTer - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengungkapkan tiga tahapan yang akan dilakukan dalam pengembangan Stasiun Duri di Jakarta Barat yang terus mengalami peningkatan jumlah penumpang sebagai stasiun transit.

Menhub mengatakan tiga tahapan pengembangan itu terbagi dalam tiga periode, yakni jangka pendek, menengah dan panjang.

"Untuk jangka pendek, yang kita lakukan adalah mengatur 'flow' (alur) penumpang agar cepat dengan menambah tangga untuk perpindahan antara satu peron ke peron lainnya," katanya, Sabtu (14/4/2018).

Sementara itu, untuk jangka menengah, lanjut mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu, yakni dengan menambah satu jalur lagi di Stasiun Duri. Dengan demikian, dari lima jalur yang ada saat ini, nantinya akan ada total enam jalur.

"Tapi itu mungkin butuh waktu setahun atau satu setengah tahun karena kita harus membebaskan tanah dan harus mengubah sistem," ujarnya.

Ada pun untuk jangka panjang, Stasiun Duri nantinya akan diupayakan agar tidak dilalui kereta Bandara Soekarno-Hatta sehingga jalur yang ada dimaksimalkan untuk perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek. Terlebih, kereta bandara juga tidak mengambil penumpang di Stasiun Duri.

"Jadi nanti kita buat 'shortcut' (jalan pintas) kereta bandara dari Tangerang langsung ke Grogol tanpa melalui Duri," katanya.

Hal lain yang akan pula dilakukan dalam jangka panjang, lanjut Budi, adalah dengan mengubah sistem persinyalan yang saat ini "fixed block" menjadi "moving block".

Perubahan sistem persinyalan itu diharapkan juga bisa diterapkan di semua rute KRL Jabodetabek, bukan hanya di KRL lintas Duri-Tangerang. Perubahan sistem persinyalan itu, meski masih dalam tahap rencana, menurt Budi, akan menggunakan anggaran Kementerian Perhubungan meski tanggung jawab penugasan perkeretaapian ada di tangan PT KAI (Persero).

"Dengan digunakannya 'moving block', 'headway' (jangka waktu kedatangan) menjadi lebih pendek, bahkan bisa mencapai 30-40 persen 'headway' jadi lebih singkat," ungkapnya.

(Antara/Arbi)


comments powered by Disqus