Di Publish Pada Tanggal : Senin, 20 November 2017 20:35 WIB

Kenaikan Tertinggi Gaji PNS Terjadi di Era Gus Dur

Jakarta, HanTer - Kenaikan besaran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan terendah (1a) menjadi tolok ukur bagaimana sebenarnya perhatian pemerintah terhadap kalangan masyarakat menengah ke bawah. 

Pada tahun 1993, gaji PNS golongan terendah masih di angka Rp 78.000. Presiden Suharto pada tahun 1997, setahun sebelum lengser, sempat menaikkan gaji ke Rp 135.000 atau sekitar 73%.  

Sementara, di era Habibie sama sekali tidak terdapat kebijakan untuk menaikkan gaji PNS tersebut. Baru kemudian di era Gus Dur, pada Januari 2001, terjadi kenaikan besaran gaji PNS golongan terendah secara sangat signifikan mencapai 270,4% atau naik dari Rp 135.000 ke Rp 500.000. Kenaikan gaji PNS di era Gus Dur menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.  

Era setelahnya, Megawati hanya terjadi sekali kenaikan gaji sebesar 15% dari Rp 500.000 ke Rp 575.000. Kemudian pada era SBY kenaikannya agak sering dan lumayan, meskipun bila dijumlahkan kenaikannya secara kumulatif masih di bawah era Gus Dur.  

Tercatat sejak awal era hingga berakhirnya era SBY terjadi kenaikan gaji PNS golongan terendah hingga 9 kali (15%; 15%;19,5%; 14,29%; 5,29%; 7,31%; 7,23%; 5%; dan 6%), yang secara kumulatif dari Rp 575.000 ke Rp 1.402.000 atau sebesar 143%.

Era Jokowi baru sekali menaikkan gaji PNS golongan terendah, terjadi di tahun 2015, sebesar 6% dari Rp 1.402.000 ke Rp 1.486.000. Tahun 2016 dan 2017 tidak terjadi kenaikan gaji. Begitupun kabar terbaru, tahun 2018 juga tidak ada kenaikan.

Tidak Naik

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan gaji pokok Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak akan naik pada 2018. Ketentuan mengenai gaji PNS masih sama dengan tahun 2016.

“Untuk PNS aktif diberikan (tambahan) gaji ke-13 dan THR (tunjangan hari raya), lalu untuk pensiunan diberikan juga gaji ke-13 dan THR,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers di Direktorat Jenderal Pajak, Kemenkeu Jakarta pada Rabu (16/8/2017) malam. 

Pernyataan Sri senada dengan isi pidato Presiden Joko Widodo mengenai nota keuangan dan RAPBN 2018 di DPR RI pada hari ini. Jokowi tidak menyinggung adanya rencana kenaikan gaji PNS. (Alee)

 

(Alee)


comments powered by Disqus