Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 10 September 2017 19:19 WIB

Publik Gemari Pertalite Karena Berkualitas, Bagus dan Irit

Jakarta, Hanter - Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite kini semakin digemari publik, mulai meninggalkan BBM jenis premium (RON 88). Alasan utama mereka menggunakan pertalite, karena kualitasnya lebih bagus, bersih dan ramah lingkungan. Soal harga tidak masalah karena tak jauh beda dari harga premium, hanya selisih Rp800.
 
Selain itu, pemilik kendaraan meninggalkan premium karena pertalite memiliki RON yang lebih tinggi, sehingga mesin lebih awet dan terpelihara. Sedangkan dari sisi ekonomis, dengan pembakaran yang lebih sempurna, menjadikan pertalite lebih irit dibandingkan premium. 
 
Demikian antara lain pembicaraan Harian Terbit dengan sejumlah pemilik kendaraan di beberapa SPBU, Minggu (10/9/2017).
 
Evita Fadjar (42) ibu rumah tangga yang sehari-hari menggunakan sepeda motor mengaku bensin jenis pertalite cukup bagus. "Bagus bensin Pertalite, dan selama ini di kendaraan saya tidak ada masalah," ujar Evita.
 
Sementara itu Hasnah (48) ibu rumah tangga yang juga seorang PNS mengatakan selama menggunakan pertalite juga mesin mobilnya tidak pernah ada kerusakan.
"Saya juga pakai bensin Pertalite sama dengan bensin lainnya. Kalau kerusakan mesin, tidak pernah. Mobil saya terawat," ujarnya. 
 
Hal sama disampaikan Saidiman, buruh di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurutnya, tak mau lagi pakai premium karena menjaga keandalan mesin sepeda motornya. “Kalau pakai premium larinya payah, kalau pakai pertalite lebih mantap. Saya sudah tidak minat lagi pakai premium,” ujar Saidiman.
 
Indah dan Saidiman menyatakan tak masalah premium ditarik dari pasar, karena sudah ada pertalite. 
Ahmad Fauzi, tokoh masyarakat Betawi juga mengaku ‘getol’ pakai pertalite, karena dia tidak ingin mesin mobilnya rusak karena menggunakan BBM bertimbal. “Kalau pakai premium, tarikan mobil payah,” ujarnya.
 
Sadek, tokoh pemuda asal Maluku juga mengaku menggunakan pertalite. “Alasannya, kualitas pertalite lebih bagus. Saya jaga keandalan mesin sepeda motor saya,” paparnya.
 
Pengamat kebijakan publik Zulfikar Ahmad juga menyatakan bahwa saat ini publik sudah tak lagi menggemari premium. “Saya juga menyaksikan di SPBU-SPBU semakin sedikit masyarakat yang membeli, mereka meminati pertalite,” ujarnya dihubungi terpisah.
 
Menurut Zulfikar, publik sudah tidak perlu premium lagi, dan sudah saatnya pemerintah mengganti dengan pertalite atau jenis lainnya. “Saya yakin kalau premium dihapus, publik tidak akan keberatan dan protes,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Pengamat Ekonomi dari Untan Pontaianak, Kalbar, Susanto menyatakan, tren peningkatan pemakaian BBM jenis pertalite di Kalbar murni karena kebutuhan konsumen akan kualitas BBM bagi kendaraan bermotor mereka.
 
"Masyarakat menilai BBM pertalite memang jauh lebih unggul dibandingkan premium, sehingga mereka beralih ke pertalite bukan keterpaksaan, tetapi memang sudah merasakan keunggulan BBM tersebut," katanya.
 
Ia menjelaskan, dari sudut pandang konsumen, pertalite memang sangat menguntungkan, baik dari segi kualitas karena memiliki RON lebih tinggi sehingga menjadikan mesin lebih awet dan terpelihara. Sedangkan dari sisi ekonomis, dengan pembakaran yang lebih sempurna, menjadikan pertalite lebih irit dibandingkan premium. 

(Danial)


comments powered by Disqus