Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 28 Agustus 2018 23:10 WIB

Menhub Masih Kaji Pemberlakuan Kenaikan Tarif Batas Bawah Penerbangan

Jakarta, HanTer - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan akan menaikkan tarif batas bawah pesawat menjadi 35 persen dari tarif batas dari sebelumnya sebesar 30 persen. Kebijakan itu dikeluarkan karena melonjaknya harga avtur serta melemahnya nilai tukar rupiah.

"Kita naikkan bawahnya saja, 35 persen jadi tambah lima persen," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Budi menjelaskan kenaikan sebesar lima persen telah melalui perhitungan serta diskusi dengan berbagai pihak, seperti para pelaku usaha dan asosiasi. "Ya, kita pakai hitungan," katanya.

Namun, ia belum mengatakan kapan tarif batas bawah yang baru tersebut akan diberlakukan. "Lagi 'exercise' karena kita perlu sosialisasi melalui Menko Maritim," katanya.

Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) meminta pemerintah untuk menaikkan tarif batas bawah menjadi 40 persen dari tarif batas atas.

Ketua Umum Inaca Pahala N Mansury mengaku bersyukur pada akhirnya ada penyesuaian tarif batas bawah yang dapat menyelematkan borosnya biaya operasi. "Alhamdulillah, menolonglah tapi kita pahami juga pasti dari pemerintah juga punya batasan-batasan, paling enggak sudah ada kebaikan sudah menolong," katanya.

Menurut dia, kenaikan harga avtur sangat signifikan, yaitu sudah lebih dari 40 persen, karena kemungkinan akan ada permintaan penyesuaian kembali hingga tarif batas bawah 40 persen dari tarif batas atas.

"Kita lihat lagi perkembangan harga BBM nanti kita lihat lagi, paling enggak ada kenaikan tarif batas bawah dulu," katanya. 

 


(Abe/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats