Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 23 Agustus 2018 21:40 WIB

Produsen Masjid Berjalan Asal Jepang Siap Berinvestasi di Indonesia

Jakarta, HanTer – Perusahaan asal Jepang, Yasu Project Co Ltd berhasil menciptakan masjid berjalan, setelah empat tahun proyek itu dimulai atau tepatnya pada 2014 lalu. Proyek berteknologi tinggi dengan moda utama sebuah truk itu sendiri baru diluncurkan di Tokyo, Jepang, pada Juli 2018 lalu.

Dengan berat 25 ton dan berkapasitas untuk 50 orang, masjid berjalan tersebut kini siap diproduksi secara massal dan akan dipasarkan ke berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. CEO Yasu Project, Yasuharu Inoue, bahkan menyatakan kesediaannya untuk berinvestasi di Tanah Air.

“Kita sudah sampaikan ke Kemenperin (Kementerian Perindustrian), kita ingin investasi di Indonesia. Karena ini (masjid berjalan) berteknologi tinggi, tentu harus bertahap, mulai dari software dulu baru kemudian hardware,” kata Yasuharu Inoue dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan menemui pimpinan Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) untuk melihat kemampuan perusahaan asal Jepang itu memproduksi truk untuk masjid berjalan. "Investasi soal gampang, tapi harus kuasai dulu teknologinya. Jika sudah, tinggal cari partner lokal atau bisa kerja sama G to G (antar pemerintah),” tambahnya.

Terkait teknologinya, ia menerangkan bahwa truk untuk masjid berjalan diproduksi secara khusus sehingga bisa melebar hingga menjadi 48 meter saat akan difungsikan dengan waktu transisi hanya sekitar lima menit.

Selain itu, masjid berjalan juga dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara, ruangan tertutup dan tempat wudhu. Bahkan, masjid ini juga memiliki sistem penyemprot ruangan yang memanfaatkan kristal mineral, sejenis air kesehatan yang diolah dengan teknologi canggih yang membuat udara di dalamnya lebih segar.

Untuk harga jual, Yasuharu mematok harga 100 juta yen atau setara dengan Rp14 miliar. Namun, harga tersebut dikatakannya bisa disesuaikan dengan kapasitas yang dibutuhkan dan pemanfaatan teknologi. “Di Indonesia jika dipasarkan akan jauh lebih murah, disesuaikan. Misal kapastitas lebih sedikit.

Masjid berjalan itu sendiri dalam waktu dekat akan dimanfaatkan dalam gelaran Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020. Dalam event itu, pihaknya akan menyiapkan 10 unit masjid berjalan yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk atlet dan official Indonesia. “Harapannya masjid berjalan ini tidak hanya dipergunakan untuk Olimpiade Tokyo, tetapi dapat dipakai dalam berbagai situasi untuk masyarakat Indonesia,” pungkas dia.

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats