Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 23 Agustus 2018 15:43 WIB

Optimalisasi Perlindungan TKI, BPJS Ketenagakerjaan Manfaatkan Data Imigrasi

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan akan memanfaatkan data keimigrasian guna mengoptimalkan perlindungan kepada pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. 
 
Pemanfaatan data tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Ditjen Keimigrasian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang ditandatangi di Jakarta, Kamis (23/8/2018).
 
"Kerjasama ini dalam rangka penguatan operasional pemberian perlindungan kepada saudara-saudara kita, pahlawan Indonesia, yang bekerja di luar negeri," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, usai penandatanganan kerja sama itu. 
 
Dalam pemanfaatan data itu, BPJS Ketenagakerjaan akan bisa mengakses data milik Ditjen Imigrasi dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) yang berisi data WNI pemegang paspor Indonesia dan data Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Indonesia yang meliputi data umum yang tertera dalam paspor, seperti nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, nomor dan masa berlaku paspor, alamat, tanggal penerbitan paspor, dan foto.
 
“Dalam lingkup kerjasama ini, kami tidak hanya bisa mengakses dan memanfaatkan data keimigrasian, tapi juga sebaliknya. Kami melakukan pertukaran data dengan Ditjen Imigrasi semata-mata agar masing-masing pihak dapat mensinergikan fungsi masing-masing semaksimal mungkin," ujar Agus.
 
Agus menuturkan, saat ini terdapat tiga tantangan dalam perlindungan pekerja migran. Pertama, perluasan kepesertaan. Dimana sejak Agustus 2017 lalu, saat ini baru 340 ribu pekerja migran yang menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan.
 
Kedua, peningkatan manfaat kepada pekerja migran. "Sekarang sedang kita ajukan peningkatan layanan dan pelayanan bagi pekerja migran. Bagaimana dgn keterbatasan otoritas bisa menjangkau secara cross border," katanta
 
Ketiga, terkait sustainability agar pekerja migran yang sudah pulang ke tanah air terus mendapat perlindungan. 
 
Ditempat yang sama, Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Ronny F Sompie mengungkapkan, perlindungan terhadap pekerja migran menghadapi tantangan serius. Sebab, tidak sedikit pekerja migran yang bekerja di luar negeri secara ilegal. 
 
Modusnya bervariatif, mulai dari memanfaatkan visa kunjungan seperti berwisata, umrah, hingga beribadah haji. Namun tidak kembali ke tanah air.
 
"Mereka juga memanfaatkan jalur-jalur tikus di perbatasan Indonesia untuk bekerja ke luar negeri," pungkas dia. 
 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats