Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 09 Agustus 2018 12:19 WIB

Kementan Dorong Jateng Dongkrak Ekspor Melati

Tegal, HanTer --- Kementerian Pertanian (Kementan) semakin menunjukkan komitmen meningkatkan ekspor berbagai komoditas pangan. Kini, tengah fokus meningkatkan volume ekspor bunga melati yang merupakan salah satu jenis tanaman hias.
 
“Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan produksi dan mendorong ekspor guna mendulang dollar 2018 semakin nyata, kami berupaya tingkatkan ekspor benih horti, ekspor sayuran, buah, juga tanaman hias seperti bunga melati, produk berkualitas dan berdaya saing di pasar dunia,” kata Dirjen Hortikultura Suwandi, saat berkunjung ke Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (9/8/2018).
 
Dia menjelaskan pengembangan bunga melati di Indonesia sangat menjanjikan. Pasalnya, sebagai negara tropis, Indonesia memiliki alam dan sumberdaya cocok untuk tanaman hias, seperti bunga melati.  Ini buktinya di Jawa Tengah terutama di Kabupaten Tegal, Pemalang, Batang dan Pekalongan tumbuh subur tanaman melati 600 hektar.
 
“Jawa Tengah dominan jenis melati putih, di samping untuk dipasarkan di dalam negeri juga ekspor.  Kami mendorong tingkatkan produksi, memperkuat kemitraan petani dengan  eksportir. Kuncinya produksi dan ekspor agar ditingkatkan, sehingga bisa memperoleh devisa dan mensejahterakan mereka,” jelas Suwandi. 
 
Selanjutnya, diuraikan Suwandi, untuk meningkatkan volume ekspor dilakukan peningkatan luas dan produksi, perkuat pola kemitraan, kemudahan investasi, pelayanan perkarantinaan untuk ekspor.  
 
“Ini buktinya PT. Alamanda Utama Sejahtera bermitra dengan petani, hari ini ekspor 1 ton ke Singapura, Malaysia dan Thailand,” ujarnya.
 
Sementara itu, Perwakilan PT. Alamanda Utama Sejahtera, Deni Hardiman mengatakan mengambil bunga melati dari petani di empat kabupaten rutin tiap hari.  Bulan puncak permintaan tertinggi ekspor pada Oktober-Desember, namun karena pasokan relatif sama, maka harga menjadi tinggi Rp 300 ribu perkg, sedangkan saat normal Rp 80 ribu perkg.
 
“Tahun 2018 prediksi ekspor minimal 100 ton. Harapan kami seiring permintaan ekpor tinggi, ini sangat cerah dan prospektif, relatif tidak ada kompetitor negara lain. Ini mesti ditingkatkan tanam  dan produksinya,” kata dia.
 
“Sebelum diekspor melalui Bandara Soekarno-Hatta, dilakukan proses sortasi, grading dan packaging untuk ekspor bunga segar dan proses merangkai untuk ekspor bunga ronce melibatkan ribuan ibu rumahtangga sekitar,” sambung Deni.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Khofifah mengatakan pemerintah daerah Tegal memang dikenal dan sentranya bunga melati. Karena itu, pihaknya siap memperluas tanam di Kecamatan Lebaksiu dan sarana airnya.
 
“Kami punya potensi lahan cukup luas, masyarakat sudah biasa membudidayakan tanaman hias. Kami siap perluas pengambangan bunga melati,” ujarnya.
 


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats