Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 08 Agustus 2018 14:55 WIB

DPR Akui PDB Pertanian Triwulan II 2018 Tumbuh Tertinggi 9,93 Persen

Gresik, HanTer - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi menilai pertumbuan ekonomi yang dipacu sektor pertanian sangat signifikan. Ini membuktikan bahwa gerakan pertanian Indonesia sangat tumbuh dengan pesat dan pertumbuhan dalam segala varietas di pertanian itu juga menjadi bagian tersendiri bagi dinamika masyarakat.

“Jadi sangat wajar apabila bidang pertanian itu menjadi sektor yang penting dalam rangka untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional,” demikian diungkapkan Viva Yoga pada kegiatan Grand Launching Taman Teknologi Pertanian (TTP) Plus di Gresik, Jawa Timur, Rabu (7/8/2018).
Dalam louching TPP Plus ini hadir juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, serta Kapolda Jawa Timur dan Dandim Gresik.

Viva Yoga mengakui, pembangunan pertanian saat ini karena kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang tiada henti-hentinya keliling membangun pertanian dari Sabang sampe Merauke. Pembangunan TTP Plus Gresik merupakan bukti pemerintah memajukan pertanian. Apalagi teknologi sangat penting meningkatkan produksi dan petani harus paham tentang bagaimana menggunakan teknologi agar produksi dan kesejahteraan meningkat.

“Untuk itu meningkatkan rakyat dan kedaulatan pangan secara nasional, DPR akan mendorong peningkatan anggaran sektor pertanian, minimal 5 persen dari APBN harus masuk ke sektor pertanian. Kalau sekarangkan hanya 1 sampai 1,3 persen. Tidak akan mungkin kemudian sektor pertanian bisa mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa penambahan anggaran,” tegasnya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengungkapkan tidak kaget dengan terus terjadinya tren peningkatan kontribusi sektor pertanian pada PDB Triwulan II 2018 ini naik menjadi 9,93 persen. Bahkan dia menilai sektor ini pula yang menjadi salah satu faktor pendorong sehingga laju pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II ini naik menjadi 5,27 persen dari periode I sebesar 5,06 persen.

“Selama ini fokus kita ini memang adalah peningkatan produksi dan tentunya sudah ada beberapa keberhasilan yang sudah kita lihat. Bahwa produk pangan bisa kita tingkatkan produksinya seperti jagung, beras, dan sejumlah produk hortikultura itu menjadi sebuah keberhasilan yang patut kita apresiasi sehingga peningkatan produksi ini berimbas pada pertumbuhan ekonomi dan PDB itu,” kata Ono.

“Hal ini tidak lepas dari kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang terus mendorong petani untuk selalu berupaya meningkatkan produksi pertanian,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Amran menjelaskan komoditas yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi yakni jagung, telur ayam, bawang merah, domba dan komoditas sayura-sayuran serta buah-buahan. Dulu jagung, bawang merah dan telur diimpor, tetapi kini sudah diekspor ke berbagai negara.

“Pada tahun 2018 ini Indonesia sudah ekspor jagung 100.000 ton lebih ke Filipina, berasal dari Gorontalo dan Sulawesi Selatan. Provinsi NTB pun ekspor jagung 300.000 ton ke Filipina. Telur pun sudah ekspor ke Jepang, ini sejarah baru bagi kita. Kalau sektor pertanian tumbuh dengan baik, kesejahteraan dan perekonomian nasional naik,” paparnya.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats