Di Publish Pada Tanggal : Senin, 06 Agustus 2018 10:38 WIB

RR: PKL Dimiskinkan Pelan-pelan

Jakarta, HanTer - Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) terus menggelorakan semangat para pedagang kaki lima. Salah satunya, melalui acara renungan malam yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (4/8/2018).

Ketua Umum APKLI, dr Ali Mahsun, M.Biomed mengatakan, renungan malam mengangkat tema besar 'Rebut Kembali Kedaulatan Bangsa dan Negara, Selamatkan Merah Putih dan NKRI.'

"Renungan api unggun Nusantara dihadiri APKLI seluruh Indonesia, pelaku ekonomi rakyat kecil, mahasiswa dan pemuda," katanya di Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan pemberian bantuan modal kepada pedagang asongan, pengamen, bantuan kepada siswa-siswi berprestasi. "Kita berikan bantuan kepada pengemis, nelayan, petani, sopir, abang becak, buruh, sekuriti, dan lainnya," kata dr Ali.

Ali menilai, kondisi rakyat bawah saat ini semakin sulit hidupnya. Omset usaha PKL dan ekonomi rakyat semakin anjlok. Daya beli masyarakat tak kunjung naik bahkan makin meluruh.

Lebih dari itu, kata Ali, usaha mereka hanya sebatas untuk menyambung hidup seakan kehilangan harapan dan cita-cita.

Menurut Ali, kondisi ini tidak boleh dibiarkan, harus segera dihentikan. Apalagi saat ini, rakyat juga makin penat dan bingung saksikan semakin tegangnya antara Poros Jokowi dan Poros Prabowo menjelang Pilpres RI 2019, bahkan seakan rakyat dan bangsa Indonesia terbelah menjadi dua kekuatan yang saling berhadapan.

"Ini sangat berbahaya dan dapat mengancam kesatuan dan persatuan bangsa kita, juga dapat merobek Bhineka Tunggal Ika. Demi rakyat, bangsa dan negara Indonesia, kami bersama Bang Rizal Ramli membentuk Poros Rakyat Kawulo Alit (PKL, Petani, Nelayan, Buruh, Ojek, Sopir, Satpam, Tukang Parkir, Pengrajin, Seniman, Gelandangan, Pelaku Ekonomi Rakyat Kecil/Wong Cilik, serta anak-anak generasi penerus bangsa pemuda dan mahasiswa) pada Pilpres RI 2019," tuturnya.

Dimiskinkan

Acara tersebut juga dihadiri oleh ekonom senior Indonesia DR. Rizal Ramli. Kedatangan Rizal, disambut antusias oleh massa yang telah berkumpul. Rizal yang mengenakan lurik Jawa disambut dan dikelilingi ratusan PKL dan pelaku usaha kecil, juga ada mahasiswa, aktivis kepemudaan serta pengurus APKLI.

Mereka berkeliling dengan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 125 meter dengan lebar 2,5 centimeter. Sebagai bentuk memperingati HUT ke-73 kemerdekaan RI.

Dalam orasinya, Rizal Ramli merasa heran dengan pemerintah yang gencar berbicara soal kepentingan rakyat, namun kebijakan-kebijakan yang dilahirkan sama sekali tidak pro rakyat.

"Saya kasih contoh, PKL digusur tapi kemudian tidak dibantu atau direlokasi," katanya di lokasi.

Menurut Rizal, sekalipun direlokasi, justru para pedagang kecil ditempatkan di lokasi yang jauh dari pembeli. Hal itu sama saja membuat pedagang menjadi miskin secara perlahan.

"Rakyat kita terlalu sopan dan baik walaupun dicurangi tetap santun," ujar menko perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut.


(Sammy)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats