Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 04 Agustus 2018 17:51 WIB

Sentuhan Menteri Amran, Sukses Jadikan Solok Produsen Bawang Merah di Pulau Sumatera.

Solok, HanTer --- Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman, tidak main-main untuk menggenjot produksi bawang merah nasional. Selama ini, Indonesia mengimpor 30.000, ton bawang merah setiap tahun.
 
Kini semua sudah berubah, jurus mentan memutuskan swasembada membuahkan hasil gemilang. Tak sekedar mampu berswasembada, dalam 3 tahun terakhir Indonesia berhasil mencetak hatrick, ekspor bawang merah yang  volumenya terus meningkat sejak Tahun 2017. Ekspor Bawang Merah, naik  hampir 10 kali lipat dari tahun 2016. 
 
''Tahun 2018 ini,  kita optimis bisa ekspor bawang merah 15 ribu ton atau naik 2 kali lipat dari tahun lalu," ujar Amran, saat pelepasan ekspor bawang merah bersama Kabulog, di Brebes, pekan lalu.
 
Mentan Amran, sangat berbangga dengan hadil kerja keras, jajaran Ditjen. Hortikultura, salut tingkatkan terus dan perluas sentra - sentra produksi di luar pulau jawa. Pak Suwandi, dan jajaran hortikultura, terimakasih, pertahankan dan tingkatkan, kerja keras dilapangan.
 
Dirjen Hortikultura, Suwandi, menuturkan, kunci keberhasilan swasembada bawang merah adalah penataan dan penumbuhan sentra produksi yang tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. 
 
"Saat ini hamparan bawang merah dalam skala luas tak lagi hanya dijumpai di Brebes, Cirebon atau Nganjuk, tapi sudah menyebar di Solok, Bali, Bima, Sumbawa, Belu, Malaka, Maluku Tenggara, Enrekang, Tapin dan daerah lainnya," beber Suwandi saat berkunjung ke Lembah Gumanti Solok, Sabtu (4/8/2018).
 
"Solok kini menjelma menjadi kawasan produksi bawang merah terbesar di Sumatera dengan luas panen lebih dari 7.300 hektar/tahun. Khusus Kecamatan Lembah Gumanti saja mencapai 4.600 hektar lebih. Ini luar biasa. Kesuksesan Solok saat ini tak lepas dari peran kunci Mentan Amran dalam membangkitkan gairah petani setempat untuk memperluas areal tanam bawang merah, sejak 2016 lalu,'' ujar Suwandi.  
 
Dengan penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan rata-rata konsumsi per kapita bawang merah 2,57 kg/tahun, maka Sumbar diperkirakan hanya butuh pasokan sekitar 14 ribu ton per tahun, sementara produksi bawang merah Sumatera Barat, sejak  tahun 2017,  sudah mencapai  955 ribu ton, dari total produksi tersebut, 825 ribu ton, dihasilkan dari Solok, sedang selebihnya dari kabupaten lain seperti Agam, Solok Selatan dan Tanah Datar. 
 
 "Artinya, produksi bawang merah dari Sumbar sudah sangat surplus, bahkan  mampu mengisi kebutuhan bawang merah di Pulau Sumatera seperti, Sumut, Sumsel, Riau, Jambi, hingga menembus pasar Jabodetabek," jelas Suwandi, yang saat kunjungan didampingi Kepala Dinas Pertanian Sumbar dan Dinas Pertanian Kab. Solok.
 
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Chandra, menjelaskan bahwa kawasan aneka bawang sangat prospektif di Kabupaten Solok, Agam dan Tanah Datar. Kami mendukung penuh kawasan  pengembangan bawang merah di solok yang luas panennya mencapai 8.000 Ha serta  potensi pengembangan bawang putih mencapai 5.000 Ha. 
 
Pendekatan yang kami lakukan saat ini untuk bawang merah adalah memperkuat hilirisasi dengan mendorong industri pengolahan pascapanen seperti industri pasta, minyak bawang merah,  dan mengawal manajemen tanam secara ketat sehingga stabilisasi pasokan dan harga aman.  
 
''Untuk pengembangan bawang putih, Propinsi Sumatera Barat,  siap untuk  menyukseskan Swasembada Bawang Putih tahun 2021, sesuai yang diamanahkan Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman,'' tegasnya.
 
Kepala Dinas Pertanian Solok, Admaizon, menuturkan, selain di Kecamatan Lembah Gumanti, sentra bawang merah Solok juga terdapat di Lembang Jaya (860 Ha), Danau Kembar (567 Ha), Pantai Cermin  (479 Ha) dan melebar ke kecamatan lain sekitarnya. 
 
"Varietas bawang merah yang ditanam antara lain SS Sakato, Singkil Medan,  Gajah, Bima Brebes dan Maja Cipanas. Umumnya varietas tersebut telah beradaptasi dengan kondisi alam Solok yang beriklim dingin," terang Admaizon.
 
Lebih jauh Admaizon menambahkan bahwa pihaknya juga sedang gencar mendorong ekspansi


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats