Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 02 Agustus 2018 22:18 WIB

Fuad Bawazier: Lemahnya Nilai Tukar Rupiah Jadi Bukti Buruknya Kebijakan Menteri Kabinet Kerja Jokowi

Jakarta, HanTer - Mantan Menteri Keuangan yang juga mantan Dirjen Pajak Dr Fuad Bawazier mengatakan, kebijakan sejumlah menteri ekonomi kabinet Kerja Joko Widodo (Jokowi), tidak baik. Menurutnya beberapa indikator melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi bukti kinerja kabinet kerja dinilai buruk.
 
"Indikatornya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp14.200. APBN 2018 devisit, neraca perdagangan mengalami penurunan, dan eksport kita turun, sementara impor mengalami kenaikan," kata Fuad Bawasier saat menjadi Nara Sumber Diskusi di kantor Sekretaris Bersama (Gerindra, PKS, dan PAN) The Kemuning, Jalan Taman Amir Hamzah, (1/8/2018).
 
Laporan para menteri ekonomi kepada Presiden Jokowi selalu baik. Mereka berbohong. Padahal faktanya di masyarakat, ekonomi mikro kita sangat sulit.
 
"Generasi muda kita sulit mencari kerja, harga-harga tinggi sekali, harga telor ayam saya mencapai Rp29.000 Rp30.000. Juga harga sembako yang lain," ujar Fuad.
 
"Ironisnya, kita berikan masukan, tidak didengarkan. Menteri Keuangan Sri Mulyani selalu melaporkan hal-hal yang baik kepada Presiden Jokowi," sambungnya.
 
Menurut Fuad pendapatan dari sektor pajak bea san cukai lebih dari 40 perasnnya dimanfaatkan untuk membayar hutan dan bunga cicilan.
 
"Ini bahaya sekali, Pendapatan dari sektor pajak, 40 persennya hanya untuk membayar pajak, cicilan dan membayar denda," tutur Fuad.
 
Untuk itu dirinya mengingatkan menteri-menteri bidang ekonomi Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo agar segera menyikapi kondisi buruk ekonomi mikro nasional.
 
Perlu respon cepat untuk mengatasi keadaan faktual di masyarakat, terkait tingginya harga-harga kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako).
 
"Kondisi ekonomi mikro kita memprihatinkan. Para pedagang kecil, WarungTegal (Warteg), rumah makan, dan pedagang kali lima di pasar tradisional dan pedagang besar pun menjerit karena setiap hari ada kenaikan harga yang menyebabkan sepinya pembeli," terangnya.


(Sammy)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats