Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 31 Juli 2018 19:11 WIB

Penyaluran LPDB-KUMKM Luas dan Merata Berkat Pengalihan Dana Bergulir

Yogyakarta, HanTer – Sejauh ini Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus mengoptimalkan penyaluran dan pemanfaatan dana bergulir bagi koperasi dan pelaku usaha di seluruh Indonesia. 
 
Di samping menyalurkan dana bergulir tahun 2018 sebesar Rp 1,2 triliun, LPDB-KUMKM berhasil melakukan pengalihan dana bergulir periode 2000-2007 yang disalurkan kembali ke koperasi dan UKM sehingga pemanfaatannya makin luas dan merata, sekaligus mempercepat perkembangan koperasi dan UKM di Tanah Air.
 
Demikian disampaikan Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo saat membuka Rapat Koordinasi Pengalihan dan Rekonsiliasi Rekening Dana Bergulir periode 2000-2007 di Yogyakarta, Senin (30/7/2017). 
 
Menurut Braman Setyo, jumlah dana yang telah disalurkan khusus DIY hingga per tanggal 24 Juli 2018 sebesar Rp 249 miliar di 5 kabupaten dan kota. "Sektor koperasi kurang lebih 99 koperasi sejak 24 Juli lalu. Ada kolektibilitas A yang artinya lancar semuanya sekitar Rp 93 miliar dan yang sudah lunas Rp139 miliar, sedang kolektibilitas yang E itu kecil hanya sekitar Rp 15 miliar," kata Braman Setyo.
 
Oleh karena itu, dia memastikan sinergi LPDB dengan pemerintah daerah melalui dinas-dinas koperasi terus ditingkatkan sehingga kolektibilitas E itu dapat ditingkatkan menjadi kolektibilitas B atau A dengan melakukan restrukturisasi usaha maupun rescheduling pembayaran. 
 
Sedangkan untuk Provinsi Jateng, kata Braman Setyo, penyaluran dana hingga 24 Juli 2018 cukup besar mencapai Rp 2,1 triliun. 
 
"Terdapat kurang lebih 600 koperasi yang menerima dana bergulir dengan kolektibilitas A sebesar Rp757 miliar dan yang sudah lunas Rp1,1 triliun, serta kolektibilitas E kurang lebih ada Rp233 miliar. Jadi ada sekitar 150-an koperasi yang harus terus didampingi dan ditingkatkan kolektibilitasnya. Ke depan, kita akan terus sinergikan LPDB dengan dinas-dinas koperasi. Kita akan lakukan bagaimana memperkecil NPL kita,"  terangnya. 
 
Selain itu, Braman Setyo menjelaskan, LPDB-KUMKM akan memprioritaskan koperasi yang dapat menyelesaikan pelunasan dana bergulir periode 2000-2007 untuk kembali memperoleh pembiayaan pada tahun ini. 
 
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DIY Sri Nurkyatsiwi menyambut baik langkah LPDB-KUMKM dalam mempererat sinergi dan pembinaan bagi koperasi dan UKM khususnya dalam memperoleh pendanaan yang lebih mudah dan bunga rendah dari perbankan. 
 
"Kita akan mengawal pelaksanaan terkait dana bergulir ini, sejauh mana pemanfaatan. Sebab pegembangan koperasi dan UKM berjalan lambat bila tanpa sinergitas antar lembaga," ujarnya.
 
Ditambahkan Braman,  pihaknya berharap setiap dinas koperasi provinsi dapat mendorong pengajuan 10 proposal dari koperasi-koperasi yang ada di wilayahnya. "Jadi kalau ada 34 provinsi, ada sebanyak 340 proposal pengajuan yang masuk, tapi sayang sampai saat ini baru sekitar 10 dinas yang melakukannya," kata Braman Setyo.
 
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Keuangan LPDB-KUMKM Ahmad Nizar, Direktur Umum dan Hukum Fitri Rinaldi, Asisten Deputi Industri dan Jasa Kementerian Koperasi dan UKM Ari Anindya Hartika, Asisten Deputi Pembiayaan Non Bank dan Perpajakan Kementerian Koperasi dan UKM Suprapto, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Nurkyatsiwi serta para pengurus koperasi dan UKM yang menerima dana bergulir periode 2000-2007, kalangan perbankan, serta Dinas Koperasi dan UKM se-Provinsi DIY dan Provinsi Jawa Tengah. 
 


(romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats