Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 21 Juli 2018 17:57 WIB

Hadapi Era Digital, Inkowapi Jadikan Internet Negara Global Tanpa Batas

Jakarta, HanTer – Hidup manusia saat ini tak bisa lepas dari media sosial. Hampir setiap informasi yang bersifat publik, tak bisa dirahasiakan karena bisa langsung terpublish karena peran media sosial.
 
Nah, beranjak dari itu Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) mulai mengikuti arus informasi yang begitu cepat. Buktinya, Imkowapi telah melakukan persiapan sekitar dua tahun untuk menjalan aplikasi berupa software jaringan usaha online dari pembinaan warung tradisional menjadi warung digital. 
 
“Harus diakui, saat ini kita berada di era digitalisasi, dimana peran internet membawa perubahan dunia yang sangat revolusioner. Internet menjadikan dunia sebagai negara global tanpa batas, semua terhubung dan terkoneksi menjadi satu. Jika koperasi tidak masuk ke dalam dunia digital, maka akan ditinggal oleh perkembangan pesat bisnis online yang sudah menggusur peran model bisnis konvensional,” kata Ketua Inkowapi, Ir Sharmila Yahya, MSi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).
 
Dikatakan Sharmila, langkah yang diambil Inkowapi sebagai bentuk hijrah ke management berbasis digital. Mulai dari mengelola anggota, kelembagaan, program, unit-unit bisnis, dan keuangan, semuanya menggunakan system digitalisasi.
 
“Intinya agar lebih transparan, serta program berjalan lebih cepat dan dapat diakses oleh anggota, organisasi, maupun pihak-pihak terkait lainnya,” tuturnya.
 
Bukan itu saja, Inkowapi juga telah memiliki program jangka panjang dengan memberi pelatihan kepada ribuan anggota untuk pengelolaan warung secara digital. Tentunya dengan bekerja sama dengan Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan si warung.
 
“Sejauh ini program yang sedang berjalan adalah pendataan dan pembinaan warung tradisional yang dikelola oleh para perempuan di beberapa provinsi. Diantaranya, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta dan Jawa Timur. Alhamdulillah, saat ini jumlah warung digital yang tersebar mencapai tiga juta,” terangnya.
 
Uniknya, warung-warung tersebut akan menjual sembako dan diperbolehkan menjual produk lain. 
 
“Pokoknya semua sesuai sistem, si warung akan mendapat suplai barang, lalu dia akan jual melalui online. Selain itu, bisa juga dia menjadi kolektor yang menagih tunggakan iuran BPJS Kesehatan. 
Caranya, penunggak akan belanja di warungnya, lalu sebagian untuk membayar tunggakannya. Jadi sedikit-sedikit sampai lunas. Setelah lunas baru dibayarkan ke BPJS Kesehatan,” tambahnya. 
 


(romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats