Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 19 Juli 2018 19:05 WIB

100 Ton Telur Ayam Digelontorkan Redam Kenaikan Harga

Jakarta, HanTer - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan 100 ton telur ayam dalam kegiatan Operasi Pasar (OP) yang di sebar di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), mulai Kamis (19/7/2018).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berharap kegiatan operasi pasar inni mampu meredam kenaikan harga telur ayam ras di Tanah Air.

“OP telur ayam disebar di 50 titik meliputi Toko Tani Indonesia (TTI) Center, 43 pasar dan 6 perumahan atau kelurahan yang tersebar di Jabodetabek dengan harga Rp 19.500 per kilogram (kg),” kata Mentan di Toko Tani Center Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018).

Seperti diketahui, harga telur ayam di sejumlah pasar di Tanah Air mengalami kenaikan cukup tajam. Fenomena ini berlangsung pasca Lebaran Juni lalu. Kenaikan harga telur berkisar Rp28.000 hingga Rp36.000 per kg.

Menurut Amran, satu di antara penyebab tingginya harga telur adalah masalah rantai pasok, sehingga melambung ketika sampai di warung atau kosumen akhir. Padahal, kata dia, ketersediaan telur ayam Januari hingga Juli 2018 surplus. “Dulu, dua tahun lalu harga telur hancur-hancuran, bahkan ada peternak yang gulung tikar. Tapi dua tahun terakhir, produksi telur bagus dan harga stabil menguntungkan,” tegas Amran.

Amran menjelaskan berdasarkan hitung-hitungan pemerintah, ketersediaan telur masih surplus, bahkan pertama dalam sejarah Indonesia di tahun 2018 ini mengekspor daging ayam dan telur ke Jepang. “Memang permasalahan masih ada yang diselesaikan bersama, yakni rantai pasok dan ikim tak menentu sehingga harus diselesaikan bersama,” ujarnya.

Disparitas Harga

Kegiatan operasi pasar ini, jelas Amran, juga sesuai dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Sesuai perintah Bapak Presiden Jokowi, hari ini kami sepakat guyur pasar harga telur Rp 19.500 secara terus menerus. Harga di produsen sudah turun, memang disparitasnya 60 persen. Jadi tolong kawan-kawan produsen jangan ambil untuk banyak,” jelssnya.

Lebih lanjut Amran mengatakan, dengan adanya OP maka dalam waktu paling lambat satu minggu maka harga telur ayam dipastikan turun atau stabil kembali. Kepastian penurunan harga telur ayam juga berdasarkan rapat bersama antara Kementan, Kemendag dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar).

Amran menyebutkan ketersediaan telur nasional sampai bulan Juni 2018 masih surplus sebanyak 31.490 ton.  "Karena itu, tidak ada kekurangan produksi telur sampai bulan Juni 2018,” sebutnya. 

Untuk periode Januari hingga Desember 2018, perkiraan ketersediaan produksi telur ayam ras sebanyak 1.732.952 ton. Sementara perkiraan kebutuhan 1.730.550 ton. Maka untuk periode ini ada surplus sebanyak 2.402 ton. Produksi Telur Januari hingga Juli mencapai 733.714 ton, sementara kebutuhanya hanya 722.812 ton sehingga surplus 10.902 ton. Sehingga tidak ada kekurangan pasokan telur.

Berdasarkan data Direktorat Pemasaran dan Pengolahan Hasil Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, harga terendah telur di kandang peternak Jawa Timur Rp 19.500,-/kg. Di Jawa Tengah Rp 19.000,-/kg. Sedangkan harga tertinggi  di Bodetabek Rp 22.000,-/kg.

 Sementara menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, per Rabu  (18/7/2018), tercatat harga telur di provinsi DKI Jakarta berada di kisaran Rp 28.650 per kilogram. Harga tertinggi di Provinsi Maluku Utara mencapai Rp 36.550 per kilogram. (Safari)

 

 


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats