Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 26 Juni 2018 10:49 WIB

Komitmen Peningkatan Kinerja Operasional Garuda Indonesia Tunjukan Pertumbuhan Positif

Jakarta, HanTer - PT Garuda Indonesia menyampaikan beberapa hal terkait upaya peningkatan kinerja operasional Garuda Indonesia sehubungan dengan paparan yang disampaikan tokoh nasional Rizal Ramli 
 
Garuda Indonesia dalam siaran pers yang disampaikan VP Corporate Secretary, Hengki Heriandono, menyatakan apresiasi atas dukungan dan komitmen peningkatan kinerja operasional yang disampaikan oleh Bapak Rizal Ramli.
 
"Tentunya melalui dukungan komitmen tersebut kami akan terus berupaya meningkatan laju kinerja operasional yang hingga Q1-2018 ini terus menunjukan pertumbuhan positif. Garuda Indonesia juga turut memproyeksikan pada akhir tahun ini perusahaan dapat membukukan laba sebesar 10-15 juta dollar."
 
Selanjutnya, pasca keputusan RUPS 2018 lalu, saat ini struktur manajemen Garuda Indonesia terdiri dari 8 (delapan) direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Direktur Niaga Domestik, Direktur SDM & Umum, Direktur Kargo & Niaga Internasional, Direktur Layanan, Direktur Operasi, Direktur Teknik, dan Direktur Keuangan. Struktur manajemen tersebut menyeleraskan dengan tren dan volume bisnis perusahaan yang terus berkembang.
 
Kemudian, sepanjang Q-1 2018, Garuda Indonesia berhasil menekan kerugian maskapai hingga sebesar 36,5% menjadi US$ 64,3 juta atau setara Rp 868 miliar (Kurs Rp 13.500), dibandingkan periode sama tahun 2017 sebesar US$ 101,2 juta atau sekitar Rp 1,36 triliun. Perusahaan juga berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan operasional sebesar 7,9% menjadi US$ 983 juta atau setara Rp 13,27 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 910,7 juta.
 
Dan sepanjang tahun 2017, Garuda Indonesia juga berhasil menekan tren kerugian dari 1Q-2017 sebesar USD 99.1 juta menjadi USD 38.9 pada 2Q-2017. Garuda Indonesia juga telah berhasil membukukan laba operasi sebesar USD 61.9 juta pada periode 3Q-2017 (diluar tax amnesty dan extraordinary items sebesar USD 145 juta). Jumlah itu naik 216.1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
"Sejalan dengan komitmen strategi bisnis jangka panjang Sky Beyond 3.5, Garuda Indonesia juga terus melaksanakan upaya renegosiasi kontrak pesawat termasuk komitmen penundaan kedatangan pesawat baru hingga tahun 2019-2020 serta memaksimalkan utilitas pesawat yang ada saat ini. Adapun utilitas pesawat pada tahun 2018 ini ditargetkan menjadi 10 jam 24 menit meningkat dibandingkan tahun 2017 sebesar 9 jam 36 menit khususnya dengan memaksimal rute padat penumpang dengan yield tinggi."
 
Sementara itu, sejalan dengan upaya efisiensi yang dilaksanakan, Garuda Indonesia di tahun 2017 juga telah melaksanakan renegosiasi kontrak pesawat bersama pihak manufaktur atau lessor sehingga dapat menurunkan harga sewa pesawat hingga 25%. Selain itu, Garuda Indonesia terus memaksimalkan potensi armada yang ada saat ini dengan restrukturisasi jaringan penerbangan khususnya dengan memaksimalkan pasar penerbangan dengan trafik tinggi.
 
"Perlu kiranya kami sampaikan juga bahwa Garuda Indonesia juga tidak pernah mengagendakan pengadaan pesawat Airbus A380. Adapun saat ini Garuda Indonesia hanya mengoperasikan  jenis armada Boeing 777-300 ER, Boeing 737-800 NG, Airbus A330-300/200, CRJ Bombardier 100, ATR 72-600  dengan total armada secara keseluruhan sebesar 202 armada pesawat (termasuk armada yang dioperasikan anak perusahaan Citilink)."
 
Sementara itu dalam mengimplementasikan kebijakan training crew penerbangan, Garuda Indonesia menjalankan pola training yang mengacu pada kebijakan dan regulasi yang berlaku baik yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun lembaga berwenang lainnya yang mengatur terkait standarisasi training crew penerbang. Adapun kebijakan tersebut juga melalui proses audit yang dilakukan oleh pihak pemangku kepentingan terkait.
 
Adapun terkait aspek pengadaan operasional perusahaan, Garuda Indonesia selalu menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance dengan transparansi mekanisme pengadaan yang mengedepankan konsep e-procurement sehingga aspek keterbukaan dan implementasi GCG tetap terjaga., selain tentunya Garuda Indonesia juga akan mendapatkan harga yang efisien dan kompetitif.
 
"Mengacu pada perkembangan pasar LCC yang semakin berkembang, Garuda Indonesia turut memaksimalkan potensi tersebut melalui anak usaha Citilink yang bergerak di segmen penerbangan murah. Perlu kiranya kami sampaikan bahwa melalui upaya tersebut, Garuda Indonesia melakukan penyelarasan strategi pengembangan khususnya antara pasar full service dan LCC sehingga market share Garuda Indonesia Group dapat terus meningkat."


(Akbar)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats