Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 15 Juni 2018 19:27 WIB

Kemenhub: Pencabutan Larangan Terbang UE Kado Terindah Idul Fitri 1439 H

Jakarta, HanTer -  Pencabutan larangan terbang dari Uni Eropa (EU Flight Ban) menjadi kado terindah bagi bangsa Indonesia. Kabar gembira tersebut datang tepat malam takbiran Idul Fitri 1439 H/2018 M hari ini Kamis siang (14/6/2018), waktu Brussel di mana secara resmi Uni Eropa telah mengeluarkan Indonesia dari EU Flight Safety List.
 
Hal ini berarti all remaining air carriers (maskapai penerbangan) Indonesia yang berjumlah sebanyak 55 maskapai telah memenuhi syarat diizinkan terbang ke Uni Eropa. Jadi stempel negative yang selama ini dipikul oleh Regulator dan seluruh 62 Airline operator kini telah lepas semuanya.
 
“Segala Puji Bagi Allah SWT, Tuhan Seru Sekalian Alam yang telah melimpahkan rahmatnya pada bangsa Indonesia, terutama di sektor penerbangan. Pada hari yang baik ini secara resmi larangan terbang Uni Eropa dibuka bagi penerbangan Indonesia. Ini merupakan kado terindah yang sudah kita nanti-nanti selama 11 tahun sejak Insonesia di ban secara negara pada Juli 2007 lalu,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso.
 
Agus menyatakan bahwa selain hadiah dari Allah SWT hal ini juga merupakan buah kerja keras perjuangan segenap stakeholder penerbangan Indonesia terutama Regulator dan juga Operator penerbangan dan masyarakat pokoknya seluruh stake holder penerbangan di bawah nahkoda Ditjen Perhubungan Udara selaku regulator penerbangan nasional.
 
Selain kepada Bangsa Indonesia, Agus juga mempersembahkan hadiah ini kepada Presiden Joko Widodo sebagai pucuk pimpinan tertinggi Indonesia yang telah memberikan instruksi dan dorongan, serta kepercayaan Menteri Perhubungan Budi Karya dalam perjuangan kami membuka larangan terbang Uni Eropa ini.
 
“Selama dua tahun kita memperjuangkannya. Setelah kita mampu meningkatkan kategori kita dari otoritas penerbangan AS (FAA) menjadi kategori 1. Kemudian kita juga berhasil meningkatkan nilai effective implementation USOAP dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang beranggotakan 192 negara dengan nilai Indonesia yang tinggi yaitu 80, 34 pada 2017 lalu. Dan sekarang, larangan terbang Uni Eropa juga dicabut. Sungguh ini merupakan perjuangan terus menerus dengan hasil yang luar biasa,” lanjutnya.
 
Agus juga menyatakan bahwa hasil-hasil yang telah dicapai ini mempunyai manfaat yang sangat besar, trust yaitu kepercayaan dunia yang memiliki nilai strategis yang akan mwnimbulkan multiplier efek positif terhadap Indonesia.
 
“Kita sekarang benar-benar berada di jajaran elite penerbangan dunia. Sudah sewajarnya kita juga punya tanggung jawab moral yang besar. Yang pertama tentu saja kita harus bisa mempertahankan dan meningkatkan terus level keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelayanan penerbangan nasional,” ujar Agus.
 
Agus mengajak segenap stakeholder nasional untuk tetap bekerjakeras dan bekerjasama erat. Yang selanjutnya, kita juga mempunyai tanggung jawab terhadap dunia internasional di mana kita juga harus membantu negara-negara lain meningkatkan level keselamatan dan keamanannya dengan pola kerjasama yang baik dengan s2mboyan no country left behin.
 
Menurut Agus, keputusan Uni Eropa ini merupakan hasil dari rangkaian upaya panjang Pemerintah Indonesia. Sebelumnya Uni Eropa telah secara bertahap mengeluarkan beberapa maskapai Indonesia dari EU Flight Safety List satu per satu secara individu yakni pada 2009, 2011 dan 2016 sehingga dalam kurun waktu 10 tahun hanya melepas 7 airline.
 
“Kini dengan kebijakan baru pemerintahan Joko Widodo mendorong Ditjen Perhubungan Udara sebagai Regulator berperan aktif menjadi motor penggerak perbaikan penerbangan menyeluruh maka dalam waktu 1 tahun berhasil menggolkan Regulator sekaligus melepas 55 Airline Operator dari Ban List. Ini namanya keberhasilan Strategi kerja bersama guyub rukun,” imbuh Agus.
 
Uni Eropa juga telah melaksanakan EU Assessment Visit ke Indonesia pada 12-21 Maret 2018. Hasil evaluasi menyeluruh tersebut kemudian dibahas dalam Sidang pertemuan Air Safety Committee yang terdiri dari 27 negara Eropa pada 30 Mei 2018 di Brussel.
 
Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso sebagai Ketua delegasi Pemerintah Indonesia dan tiga maskapai perwakilan dari tanah air yaitu Wings Air, Sriwijaya Air, dan Susi Air sukses mempresentasikan dan mempertahankan pelaksanaan keselamatan penerbangan di Indonesia
 
Sebagai negara dengan potensi industri penerbangan yang sangat besar, keputusan Uni Eropa ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap otoritas penerbangan dan maskapai penerbangan
Indonesia.
 
Pencabutan larangan terbang bagi seluruh total 62 maskapai Indonesia merupakan bentuk pengakuan Uni Eropa kepada Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan keselamatan penerbangan di tanah air. Keputusan Uni Eropa ini diharapkan menjadi pendorong untuk terus meningkatkan keselamatan penerbangan termasuk dalam mendukung industri perdagangan, pariwisata di seluruh wilayah Indonesia, yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Menteri Luar Negeri mengucapkan selamat dan menyambut baik pencabutan larangan terbang tersebut. Pencabutan larangan terbang bagi seluruh maskapai Indonesia merupakan bentuk pengakuan Uni Eropa kepada Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan keselamatan penerbangan di tanah air.
 
“Keputusan Uni Eropa ini diharapkan menjadi pendorong untuk terus meningkatkan keselamatan penerbangan termasuk dalam mendukung industri, perdagangan dan pariwisata di seluruh wilayah Indonesia” ujar Menlu RI.
 
Dalam semangat kemitraan, Pemerintah Indonesia juga menyambut baik tawaran kerja sama yang disampaikan oleh Uni Eropa dan beberapa negara anggota Uni Eropa untuk senantiasa meningkatkan keselamatan penerbangan di tanah air.
 


(Alee)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats