Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 31 Mei 2018 21:15 WIB

Menhub Pertanyakan Motif Pilot Garuda Lakukan Mogok

Jakarta, HanTer -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mempertanyakan motif Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG), mengancam melakukan aksi mogok saat musim mudik Lebaran 2018. Aksi mogok akan mengganggu kelancaran arus mudik melalui transportasi udara.
 
"Jangan melakukan mogok," ujar Budi usai memimpin Apel Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 2018 di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis 31 Mei 2018.
 
Menurut Budi, pilot sejatinya adalah profesi yang membanggakan karena memiliki tanggung jawab mulia memastikan keselamatan ratusan penumpang. Mereka diharapkan tidak mengkhianati kepercayaan para calon penumpang yang hendak mudik melalui jalur udara.
 
"Saya pikir kalau itu dilakukan, mencederai komitmen kita sebagai anak bangsa," ujar Budi.
 
Lebih lanjut, Budi menyampaikan, sebagai BUMN, Garuda juga diharapkan senantiasa bisa menjaga kualitas pelayanan kepada para calon penumpangnya. Budi mengajak para karyawan Garuda untuk berunding dengan pemerintah alih-alih mogok.
 
"Kita harus bangga dengan Garuda, kita harus jaga bersama. Kalau ada masalah, silakan bicarakan," ujar Budi. 
 
Terpisah, rencana aksi mogok yang dilakukan Sekarga dan APG mengundang keprihatinan banyak kalangan. Salah satunya Majelis Ulama Indonesia yang mengingatkan aksi mogok hanya mendatangkan mudarat (kerugian) yang berdampak luas bagi konsumen.
 
''Tentunya aksi mogok akan menimbulkan problem apalagi Garuda Indonesia sebagai perusahaan pelat merah. Aksi mogok apalagi saat musim mudik lebaran, tentunya amat besar mudarat ketimbang manfaatnya,'' ujar Wakil Ketua MUI Ikhsan Abdullah kepada wartawan di Jakarta, Kamis (31/5/2018). 
 
Untuk itu, Ikhsan mengimbau manajemen Garuda untuk membuka pintu dialog kepada serikat karyawan dan APG dalam mencari sumber masalah bersama. Dengan dialog diharapkan kedua belah pihak dapat menemukan solusi terbaik untuk kemajuan Garuda.
 
''Ramadan ini harus menjadi momen introspeksi. Kalau manajemen sudah membuka ruang dialog, serikat karyawan dan APG jangan berusaha untuk menunjukkan diri sebagai yang paling kuat,'' kata Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats