Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 23 Mei 2018 23:30 WIB

OJK Bantah Terjadinya Penarikan Dana Simpanan Besar-Besaran

Jakarta, HanTer - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak mendeteksi adanya potensi penarikan dana simpanan nasabah secara besar-besaran, menyusul gangguan terhadap stabilitas keamanan domestik dan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir.

"Tidak ada itu, semua dalam kondisi baik," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Instabilitas keamanan dan ekonomi yang dimaksud adalah maraknya aksi teror, dan juga tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level depresiasi 4,53 persen hingga 21 Mei 2018 (year to date/ytd).

Penarikan simpanan di bank juga dinilai bisa terjadi dengan maraknya seremonial politik, pemilu kepala daerah secara serentak pada tahun ini.

OJK masih optimistis perbankan dapat menyalurkan fungsi intermediasinya sesuai target pertumbuhan kredit di Rencana Bisnis Bank (RBB) sebesar 12,22 persen (yoy). Adapun menurut data OJK, per Maret 2018, terdapat perlambatan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi 7,66 persen (year on year/yoy) dibanding Februari 2018 yang sebesar 8,44 persen (yoy).

Wimboh mengklaim penurunan itu karena investor melakukan penyesuaian ulang portofolio investasi, termasuk di instrumen pendanaan perbankan.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebutkan gangguan keamanan dan juga depresiasi nilai tukar rupiah memang sepatutnya menjadi perhatian regulator. Gangguan keamanan terkait aksi teror bom, kata Agus, memberikan pengaruh kepada investor walaupun minim.

"Aksi teroris bom itu bisa berdampak negatif kalau dipelintir-pelintir. Dan ini bisa buat dana keluar," ujar Agus, dilansir Antara.

 


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats