Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 25 April 2018 19:30 WIB

Wapres Dorong BPJS Ketenagakerjaan Perluas Investasi

Jakarta, HanTer - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk mengembangkan investasi dana kelolaan peserta agar lebih menguntungkan dan memberi manfaat langsung kepada para pekerja.

Investasi menguntungkan yang dimaksud JK salah satunya menyasar ke sektor property, seperti pembangunan rusunawa. Sebabnya, menurut dia, investasi dalam bentuk deposito dan surat berharga saat ini memiliki risiko besar karena berkaitan dengan tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah.

"Apabila tidak dikelola dengan baik, bisa bermasalah (investasi)," tandas JK dalam pembukaan Seminar Ketenagakerjaan sekaligus peresmian Lembaga Sertifikasi Profesi dan School of Investment and Dealing BPJS Ketenagakerjaan di Istana Wapres Jakarta, Rabu (25/4/2018).

JK juga meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Dimana, dalam beleid diatur investasi berupa tanah, bangunan, atau tanah dengan bangunan maksimal 5 persen dari jumlah investasi. 

"Dulu ada yang bilang sama saya bahwa properti hanya bisa 5 persen, (akan) saya panggil Menteri Keuangan bikin aturan bisa naik 20-25 persen untuk hal seperti itu, sehingga (investasi) jangan hanya terikat kepada surat berharga," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menyatakan akan menginvestasikan dana kelolaan secara hati-hati dan memberikan manfaat yg sebesar-besarnya kepada masyarakat pekerja.

"Sesuai dengan visi misi BPJS Ketenagakerjaan juga ikut serta mendorong pembangunan nasional dan juga mendorong pertumbuhan kemandirian ekonomi, meningkatkan daya saing dan juga produktivitas masyarakat pekerja," jelas dia.

Secara rinci, Agus mengatakan, saat ini total dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 321 triliun dan ditargetkan tumbuh menjadi Rp357 triliun hingga akhir 2018. Sedangkan, realisasi investasi terdiri dari investasi deposito 9 persen, surat utang 61 persen, saham 19 persen, reksadana 10 persen, dan investasi langsung 1 persen.

Sementara untuk sektor property, BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan investasi secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menghadirkan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT), bekerjasama dengan perbankan dalam menyediakan fasilitas pembiayaan rumah pekerja, pinjaman uang muka rumah, dan pinjaman renovasi rumah.

"Total dana untuk manfaat layanan tambahan terkait perumahan sekitar 4,5 triliun sampai Maret 2018," ungkap dia. (Arbi)

 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats