Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 25 April 2018 18:42 WIB

Terkait Perampokan di Taksi Online, Aplikator Bisa Jadi Tersangka

Jakarta, HanTer -- Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan terulangnya kasus perampokan di dalam taksi online menandakan bahwa sampai saat ini masalah keamanan taksi online masih sangat rendah. Aplikator taksi online harus bertanggung jawab karena tidak melakukan pengawasan.
 
''Kasus perampokan ini membuktikan bahwa perusahaan aplikator taksi online yang mengelola bisnis taksi online tidak melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap para pengemudi taksi online sebagai mitranya,'' ujar Azas dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (25/4/2018).
 
Azas yang juga Forum Peduli Transportasi Online (FPTOI) ini menambahkan, banyaknya presentasi kejahatan yang dilakukan oleh pengemudi taksi online sudah seharusnya pemerintah bertindak tegas kepada pengemudi dan aplikator. Aplikator mempunyai kewajiban dan tanggung jawab atas layanan dan keamanan taksi online para mitranya. 
 
''Pihak kepolisian juga harus menempatkan aplikator sebagai tersangka, tidak hanya kepada pelaku, dan pengemudi mitranya. Untuk itu kami mohon bapak Kapolri menindak dan menangkap juga aplikator tempat mitranya melakukan tindak kejahatan. Terjadinyan ini menunjukkan bahwa aplikator telah lalai mengawasi mitranya sendiri dan mengakibatkan kerugian penggunanya,'' ungkapnya
 
Azas menjelaskan, kejadian perampokan ini sangat mungkin dilakukan oleh pengemudi taksi online bekerja sama dua orang saat beroperasi. ''Terjadinya perampokan ini juga memperlihatkan betapa pemerintah lemah dan tidak mampu mengawasi para aplikator agar memberikan keamanan bagi pengguna taksi online,'' kata Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).
 
Kejahatan oleh pengemudi taksi online terhadap penggunanya sudah sering terjadi di Indonesia. Kejahatan tersebut antara lain:
1. 11 Oktober 2017 seorang perempuan penumpang taksi online hampir diperkosa di Makasar,
2. 17 Januari 2018 seorang perempuan dirampok oleh pengemudi taksi online yang ditumpangi di Bandung, 
3. 12 Pebruari 2018 seorang perempuan dicabuli dan dibuang di sekitar bandara Soekarno Hatta oleh pengemudi taksi yang ditumpangi korban.
4. 18 Maret 2018 l kejahatan dilakukan pengemudi taksi online terhadap penumpang, Yun Siska Rohani (29 tahun) dibunuh oleh pengemudi taksi online yang korban tumpangi di Bogor.
 


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats