Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 12 April 2018 10:35 WIB

Strategi Khusus Jasa Marga untuk Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2018

Jakarta, HanTer --- PT Jasa Marga Persero menyiapkan berbagai strategi agar para pemudik lebaran 2018 dapat menikmati jalan tol secara optimal. BUMN ini juga menyiapkan sejumlah persiapan untuk infrastruktur jalan tol.
 
Direktur Operasional II Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, pihaknya akan mengoperasikan maksimal 20 gardu operasi di Gerbang Tol Cikarang Utama untuk arah Cikampek dan 29 gardu operasi untuk arah Jakarta.
 
“Kami juga akan memfungsikan 10 "mobile reader" dan top up tunai di Gerbang Tol Cikarang Utama 2 dan Gerbang Tol Cikarang Utama 4,” kata Subakti Syukur saat memberikan paparan tentang kesiapan Jasa Marga dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2018 di Jasa Marga Traffic Information Center, Jakarta, Rabu (11/4/2018).
 
Cikarang Utama 
 
Sementara itu, dalam kunjungan media di Kantor Jasa Marga, Cikarang, Rabu, Direktur Operasional II Jasa Marga Subakti Syukur, mengatakan Cikarang Utama yang menjadi titik kumpul pengguna jalan baik ke arah jalur selatan maupun utara Jawa, akan dilintasi 116.270 kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran.
 
"Kami prediksi puncak mudik Lebaran tahun ini akan melonjak 81 persen dari hari normal. Kondisi normal yang masuk ada 64.212 kendaraan, sedangkan puncaknya 116.270 kendaraan," kata Subakti dilansir Antara.
 
Ia menjelaskan puncak arus mudik Lebaran 2018 di Cikarang Utama terjadi pada H-3, yakni pada 12 Juni 2018.
 
Jika dibandingkan dengan volume lalu lintas kendaraan pada mudik Lebaran tahun lalu, Jasa Marga memprediksi ada peningkatan sebesar 0,03 persen.
 
Sementara itu, puncak arus balik di GT Cikarang Utama diprediksi terjadi pada 19 Juni 2018 (H+3) dengan peningkatan volume kendaraan sebesar 54 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.
 
Ada pun pada kondisi normal, volume kendaraan yang melintas di GT Cikarang Utama menuju Jakarta 71.070 kendaraan, sedangkan pada puncak arus balik diperkirakan 109.632 kendaraan. Jika dibandingkan dengan arus balik Lebaran 2017, volume tersebut mengalami penurunan sebesar 3,9 persen.
 
Dalam kesempatan yang sama, General Manager Jasa Marga Cabang Cikampek Raddy R. Lukman, mengatakan arus balik ini tersebar dalam dua waktu, yakni pada 19 Juni 2018 (H+3) dan 23 Juni 2018 (H+7).
 
Arus balik pada H+7 Lebaran diprediksi masih padat sebesar 104.804 kendaraan. Hal itu karena libur anak sekolah yang baru selesai pada Minggu, 24 Juni 2018.
 
"Karakteristik saat puncak mudik itu pada H-3 pukul 07.00 sampai 08.00 pagi, sebaliknya saat arus balik pada H+3 pukul 15.00 sampai 16.00 WIB," kata Raddy.
 
Untuk mengantisipasi kepadatan volume lalu lintas di GT Cikarang Utama pada puncak arus mudik dan arus balik, Jasa Marga mengoperasikan maksimal 20 gardu tol operasi (arah Cikampek), 29 gardu tol operasi (arah Jakarta), dan memfungsikan 10 mobile reader dan top up tunai di GT Cikarang Utama 2 dan GT Cikarang Utama 4. 


(Ali)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats