Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 27 Maret 2018 22:58 WIB

Februari 2018, Investasi BPJS Ketenagakerjaan Tumbuh Rp6,68 Triliun

Jakarta, HanTer - Kinerja pengelolaan dana BPJS Ketenagakerjaan periode Februari 2018 sebesar Rp6,68 triliun atau hampir dua kali hasil pengembangan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp3,44 triliun.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja, menjelaskan kinerja tersebut diperoleh dari penambahan iuran, strategi pengelolaan dana yang tepat, dan kondisi pasar yang sangat mendukung.

"Strategi Investasi yang kami lakukan selalu berorientasi pada hasil yang optimal untuk peserta, dengan risiko yang terukur, serta tentu saja mengutamakan aspek kepatuhan dan kehati-hatian," ujar Utoh, dalam keterangan tertulisnya.

Penempatan dana BPJS Ketenagakerjaan hanya diperbolehkan pada instrumen dan batasan investasi yang ditetapkan dalam PP No. 99/2013 dan PP No. 55/2015, selain Peraturan OJK tentang batasan penempatan pada surat berharga negara, seperti POJK Nomor 1 Tahun 2016, POJK 36 Tahun 2016, dan POJK 56 Tahun 2017.

Total dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan saat ini sebesar Rp324,9 triliun, dengan rincian aset alokasi yaitu deposito sebesar 10 persen, surat utang 60 persen, saham 19 persen, reksadana 10 persen, dan investasi langsung 1 persen.

Dana tersebut diinvestasikan pada berbagai segmentasi sektor, seperti sektor keuangan, pertambangan, aneka industri, transportasi, dan infrastruktur.

Segmentasi penempatan pengelolaan dana pada instrumen terkait sektor infrastruktur per 28 Februari 2018 sebesar Rp73,25 triliun. Investasi ini bersifat tidak langsung, melalui instrumen surat utang (obligasi) dan saham.

Jumlah tersebut, paling besar ditempatkan pada Surat Berharga Negara yang mencapai 45 persen, Obligasi dan Saham BUMN terkait sektor infrastruktur sebesar 55 persen.

Berdasarkan pengelolaan investasi di atas, BPJS Ketenagakerjaan memberikan hasil pengembangan Jaminan Hari Tua (JHT) periode Februari 2018 kepada peserta sebesar 9,59 persen.

Hasil pengembangan tersebut lebih baik dari tingkat suku bunga "counter rate deposito" bank pemerintah periode yang sama.

"Kami selalu mengutamakan kepentingan peserta. Setiap investasi yang dilakukan melalui proses kajian fundamental, teknikal, manajemen risiko dan 'compliance' yang komprehensif. Namun, peserta juga harus memahami bahwa hasil pengembangan bisa fluktuatif sesuai dengan kondisi pasar," tutupnya. 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats