Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 27 Maret 2018 14:16 WIB

Peluang Lowongan Kerja, Ratusan Peserta Antusias Ikuti Unas - Cyber Edu Inko

Jakarta, HanTer - Sedikitnya 150 perwakilan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jakarta dan 40 perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) mengikuti seminar Universitas Nasional (Unas) - Cyber Edu Inkor di Menara Unas, Ragunan, Jakarta, Selasa (27/3/2018). Dalam seminar bertajuk ‘’Working Opportunity in Korea’’ hadir juga perwakilan dan Departemen Luar Negeri (Deplu) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( BNP2TKI).
 
Para peserta sangat antusias mengikuti seminar hingga berakhir. Apalagi di antara peserta bisa bebas menanyakan apa saja peluang yang bisa didapatkan siswa SMK setelah lulus sekolah. Sementara dari perusahaan Korea menyatakan siap menampung lulusan SMK bekerja asalkan sesuai persyaratan yang ditetapkan seperti bisa berbahasa Korea, memiliki perilaku yang baik dan memahami budaya yang ada di Korea.
 
Rektor Unas, Dr. El Amry Bemawi Putera, MA mengatakan, saat ini peluang untuk bekerja di Korea sangat terbuka luas untuk masyakarat Indonesia terutama yang lulusan SMK. Peluang kerja di Korea tidak hanya untuk profesi sebagai asisten rumah tangga, namun juga semi professional seperti bekerja di pabrik atau bidang lain di berbagai perusahaan Korea yang saat ini sedang berkembang pesat. 
 
"Saat ini ada sekitar 40 ribu pekerja Indonesia yang bekerja di Korea dan sekitar 6 ribu orang datang dan pergi ke Korea untuk bekerja," kata Dr. El Amry Bemawi Putera, MA disela - sela acara seminar. 
 
El Amry menuturkan, banyak faktor yang membuat tingginya angka pekerja Indonesia yang ingin bekerja ke Korea. Satu di antaranya karena tingkat penghasilan yang ditawarkan sangat menggiurkan karena pekerja bisa mendapatkan gaji 8-10 kali lebih tinggi dibandingkan jika bekerja di Indonesia. Sehingga ada pekerja Indonesia yang saat pulang ke Indonesia bisa membawa uang sekitar Rp800 juta. 
 
Meskipun bergaji besar, ujar El Amry, berbagai kendala masih menjadi keprihatinan bersama. Antara lain tingginya tingkat kecelakaan kerja yang terjadi di Korea. "Hal ini biasanya terjadi akibat kurangnya komunikasi antara pekerja Indonesia dengan pihak Korea. Biasanya karena kurangnya kemampuan untuk memahami bahasa dan budaya Korea," ungkap El Amry.
 
Untuk itu, sambung El Amry, sudah seharusnya pekerja Indonesia mempersiapkan bekal untuk bekerja di Korea. Salah satunya adalah mempelajari bahasa dan budaya Korea. Universitas Nasional, kata El Amry, merupakan universitas pertama yang membuka prgram studi DIII Bahasa Korea, yang saat ini telah diperluas dengan membuka S1 Bahasa Korea. "Selain itu kami juga bekerjasama dengan belasan universitas di Korea Selatan seperti Cyber Hankuk University of Foreign Studies, Kyungpook National University dan Catholic Daegu University untuk meningkatkan kualitas pengajaran hingga pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi lain seperti penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.
 
President Director Cyber Edu Inkor, Prof Jang Youn Cho menegaskan, kesiapan bahasa merupakan faktor penting yang harus diperhatikan pekerja Indonesia sebelum ke Korea. Kerjasama UNAS dengan Cyber Hankuk University of Foreign Studies telah berbuah hadirnya studio pengajaran berteknologi canggih yang 85 persen peralatannya didatangkan dari Korea. 
 
"Dengan studio ini, pengajaran bahasa Korea dapat direkam dan dinikmati oleh masyarakat seluruh Indonesia  tanpa kendala waktu dan jarak, karena Unas dan Cyber Edu Inkor menerapkan pengajaran berbasis online," paparnya.
 
Prof Jang pun berharap agar seminar ini dapat membuka mata masyarakat Indonesia tentang kesempatan bekerja di Korea dan faktor-faktor yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke Korea. Sehingga, pekerja Indonesia dapat bekerja dengan aman, nyaman dan profesional. 
 


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats