Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 25 Maret 2018 00:17 WIB

Tinggi, Kontribusi Penerimaan Pajak Hasil Tembakau ke Negara

Jakarta, HanTer - Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia memiliki peran cukup besar terhadap penerimaan negara melalui pajak dan cukai. Selain itu, berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, penerimaan dan perlindungan terhadap petani tembakau.

Berdasarkan data Direktorat Bea dan Cukai, pada tahun 2016 bahwa penerimaan negara dari cukai rokok sebesar 9% dari total penerimaan negara dari pajak.

“Sayangnya, gaung suara sumbang terhadap keberadaan IHT cukup nyaring. Padahal, pengembangan IHT juga memperhatikan kesehatan masyarakat, selain tetap mengusahakan agar industri dapat tumbuh dengan baik,” kata Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno dalam diskusi di Jakarta, pekan lalu.

Soeseno menambahkan, IHT juga merupakan industri yang padat karya, sehingga sampai saat ini IHT dan keterkaitannya dengan hulu berupa pengadaan bahan baku, khususnya tembakau, cengkeh dan industri lainnya merupakan industri penyerap tenaga kerja yang potensial.

Dengan begitu, sambung dia, komoditas tembakau sebagai tanaman turun-temurun merupakan bukti bahwa pertanian tembakau bisa berkelanjutan, karena budidaya tembakau adalah realitas kultural.

"Sampai saat ini, komoditas tembakau masih menjadi komoditas pilihan di saat musim kemarau, karena masih mempunyai nilai ekonomi tinggi dibanding dengan komoditas pertanian lainnya," kata Soeseno.

Mengutip dari hasil penelitian yang dilakukan Universitas Airlangga pada tahun 2013, bahwa dengan luas lahan yang sama (per hektare), penerimaan tembakau mencapai Rp.53.282.874 lebih tinggi dibandingkan pertanian jenis lain seperti padi dengan nilai Rp.13.235.778, jagung Rp.4.607.162, cabai Rp.9.429.971, dan bawang dengan nilai Rp.7.537.791.

Dari penelitian tersebut, ia menyatakan bahwa komoditas tembakau dan cengkeh secara nyata lebih menguntungkan dibandungkan komoditas lainnya.

Ketua Umum Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia Budidoyo mengatakan bahwa sektor tembakau terbukti memberikan multiplayer effect yang signifikan dalam pembangunan Indonesia, selain kontribusi ekonomi ke negara juga menyerap tenaga kerja lebih dari enam juta orang.

"Dalam perkembangannya, petani tembakau juga telah berupaya untuk menerapkan sistem budidaya pertanian yang baik sesuai dengan arah sasaran pembangunan berkelanjutan, mengingat pertanian tembakau lebih memiliki surplus ekonomi, sehingga menjamin kesinambungan investasi pada budidaya tanaman selanjutnya," kata dia.

 

 


(Abe/CL)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats