Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 22 Maret 2018 17:15 WIB

Jumlah Penumpang Terus Meningkat, Bandara Susilo Harus Segera Direlokasi

Sintang, HanTer - Sesuai rencana Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat akan dipindahkan ke Bandara Tebelian yang berjarak 13 kilometer dari Bandara Susilo pada akhir April 2018 ini. Bandara Susilo setiap harinya dilandasi tiga maskapai yakni Garuda Indonesia, Nam Air, Wings Air dan satu pesawat perintis dari Susi Air. Empat maskapai tersebut selalu penuh dengan jumlah penumpang. 
 
Rute dari tiga airline tersebut yakni Sintang - Pontianak PP. Sementara untuk Susi Air yang menggunakan  pesawat perintis atau pesawat berbadan kecil rutenya adalah Ketapang - Sintang PP. Jadwal penerbangan Susi Air hanya empat kali dalam sepekan yakni dari hari Senin hingga Kamis. 
 
Kepala Bandara Susilo, Ketut Gunarsa mengatakan, setiap tahun peningkatan jumlah penumpang di Bandara Susilo selalu meningkat. Dari tahun 2010 hingga 2017 ada peningkatan jumlah penumpang sebanyak 35,13 persen. Dengan adanya pertumbuhan jumlah yang siginifikan tersebut maka keberadaan Bandara Susilo sangat dibutuhkan masyarakat.
 
"Jadi peningkatan penumpang 35,13  persen itu artinya tren pertumbuhan penumpang di bandara ini cukup baik," kata Ketut Gunarsa di kantornya, Kamis (22/3/2018).
 
Gunarsa menuturkan, pada tahun 2017 jumlah penumpang yang turun dan naik di Bandara Susilo mencapai 96.063 orang. Padahal lima tahun sebelumnya atau tahun 2012 jumlah penumpang Bandara  Susilo hanya 26 ribu orang. Gunarsa pun menyakini peningkatan jumlah penumpang tersebut akan terus bertambah walaupun Bandara Susilo akan dipindah ke Bandara Tebelian dalam waktu dekat ini.
 
Gunarsa mengungkapkan, bukti adanya peningkatan jumlah penumpang juga membuat beberapa airline yang ada saat ini meminta izin untuk penambahan frekwensi penerbangannya. Namun karena daya dukung Bandara Susilo seperti luas apron yang hanya 220 x 60 meter persegi dan panjang landasan pacu 1.300 meter. Selain itu Bandara Susilo juga akan dipindahkan ke Bandara Tebelian maka pihaknya masih menunda permohonan penambahan frekwensi penerbangan tersebut.
 
"Sementara ini kami pending (permohonan penambahan frekwensj) karena daya dukung itu. Karena kalau kita tambah frekwensi nanti akan mempercepat kerusakan Bandara Susilo. Sehingga akan mengganggu airline yang selama ini sudah eksisting di Bandara Susilo," jelasnya.
 
Gunarsa menjelaskan, saat ini apron Bandara Susllo hanya mampu menampung 1 pesawat ATR. Sehingga tiga airline lainnya tidak bisa datang secara bersamaan. Oleh karena itu jika ada penambahan frekwensi penerbangan maka akan ada kelebihan atau overload baik penumpang ataupun pesawat di Bandara Susilo. Karena keterbatasan di Bandara Susilo maka ada beberapa airline yang membatasi jumlah penumpangnya.
 
"Itu yang membuat salah satu alasan Bandara Susilo dipindah ke Bandara Tebelian. Pemkab Sintang yang berinisiatif sejak 2005 untuk memindahkan Bandara Susilo ke Bandara Tebelian," paparnya. 


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats