Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 13 Maret 2018 20:55 WIB

Pengusaha Perikanan di Bitung Keluhkan Kebijakan Bank BRI

Jakarta, HanTer - Kebijakan pemerintah Jokowi untuk melindungi para pelaku usaha dan memberikan kemudahan kredit modal nampaknya tidak direspons serius kalangan perbankan. Kesulitan mendapatkan modal usaha sangat dirasakan para pengusaha di luar Jawa.
 
Keluhan tersebut datang dari PT Etmieco Makmur Abadi (EMA). Perusahaan yang beralamat di Bitung, Sulawesi Utara itu mengaku tidak lagi mendapat fasilitas kredit dari Bank BRI. Modal usaha itu sangat dibutuhkan PT EMA sebagai tambahan modal setelah terkena musibah dua kapal miliknya tenggelam. 
 
Humas PT EMA, Gilbert Makanoneng menjelaskan, modal usaha tidak turun karena Kanwil BRI Wilayah Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (Sultenggo) menyatakan bahwa moratotium yang diberlakukan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan murni kesalahan para pelaku usaha sehingga tidak lagi mendapat fasilitas kredit dari Bank BRI.
 
Padahal, kata Gilbert, perusahaannya selama ini merupakan nasabah prime BRI namun karena kebijakan tersebut akhirnya PT EMA tidak bisa lagi menambah modal usaha untuk mengembangkan usaha perikanan.
 
''Perusahaan kami adalah nasabah prime BRI tapi kenapa kami minta nambah modal saja susah. Kalau memang BRI takut kreditnya macet bisa kok BRI langsung pailitkan kami. Selama ini usaha kami baik-baik saja, cuma karena kami ada musibah kami minta modal tambahan. Sepatutnya BRI jangan melempar kesalahan pada Kementrian KKP," tegas Gilbert.
 
Dijelaskan, bahwa perusahaannya pada 23 Feruari dan 7 April 2017 lalu mengalami musibah berupa tenggelamnya dua kapal milik PT EMA. Sudah seharusnya pihak BRI membantu perusahaannya.
 
''Ketika dua kapal tenggelam, kami berinisitif mengajukan tambabahan modal ke BRI sekitar Rp5-10 miliar karena pagu kami pada 2017 di BRI sebesar Rp50 miliar tapi saat ini malah diturunkan ke angka Rp30 miliar,'' keluh Gilbert yang juga ketua bidang Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) yang notabene relawan Jokowi.
 
Gilbert mengaku sudah melapor kepada pihak Otorita Jasa Keuangan (OJK) terhadap kebijakan penurunan pagu oleh kanwil BRI Sulutengggo. 
 
"Kami ajukan kredit usaha sekitat Rp5-10 miliar karena memang pagu kami memenuhi kualifikasi. Tapi aneh bukannya pengajuan kredit kami disetujui malah pagu kami diturunkan oleh kanwil BRI. Apa karena kami mengadukan mereka ke OJK. Kalaupun iya, itu hak kami selaku nasabah yang merasa ada kejanggalan atas kebijakan BRI tersebut,'' terang Gilbert.
 
Gilbert juga menyangkan sikap OJK yang tidak merespons terhadap aduan perusahaannya. ''Ini OJK juga tidak ada respons terhadap pengaduan kami apa karena BRI merupakan bank pemerintah,'' tutupnya. 
 


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats