Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 06 Maret 2018 22:50 WIB

Pertemuan Dua Tokoh Nasional

Rizal Ramli-Rachmawati Prihatin Trisakti Soekarno jadi Ajang Pencitraan

Jakarta, HanTer - Tokoh nasional, Dr. Rizal Ramli mengunjungi kediaman Rachmawati Soekarnoputri, putri Presiden RI Ke-1 Soekarno, di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (6/3/2018). Pertemuan kedua tokoh membahas sejumlah permasalahan bangsa terkini, termasuk kebijakan pemerintah yang dianggap sudah melenceng dari ajaran Bung Karno.

“Kok bisa dan tega ajaran Bung Karno, Trisakti hanya dijadikan lipstik pencitraan, hanya jadi alat digunakan untuk meyakinkan rakyat, dengan mudah melupakan Trisakti, dengan mudah melupakan kemandirian,” ucap Rachmawati dalam kesempatan itu.

Dalam kesempatan itu, Rizal Ramli sependapat dengan pernyataan Rachmawati. Menurut tokoh yang telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden rakyat itu, salah satu kebijakan pemerintah yang telah menyimpang dari ajaran Trisakti Bung Karno dan kemandirian bangsa adalah impor komoditas, dimana impor dilakukan bersamaan musim panen raya.

“Impor kok bersamaan saat petani sedang panen. Misalnya, impor bawang disaat petani bawang sedang panen, impor beras disaat petani lagi panen raya, impor gula disaat petani tebu sedang panen. Ini betul-betul lupa dengan ajaran Bung Karno,” tandas dia.

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman ini mengingatkan bahwa negara yang maju seperti Jepang dan China, memiliki nasionalisme yang sangat kuat, sehingga ekonominya bagus. Para politisi di dua negara itu, sambung Rizal, juga tidak melupakan dan memanfaatkan petaninya untuk kepentingan politik.

“Jika pemimpin Indonesia sungguh menjalankan cita-cita Soekarno dalam mengimplementasikan Trisakti dan mewujudkan kemandirian bangsa, Indonesia pasti lebih maju dan dihormati oleh bangsa di dunia,” ujarnya.

Sebelumnya, mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019, pada Senin (5//3/2018). “Saya siap memimpin Indonesia agar lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera,” kata Rizal Ramli di kediamannya, Jalan Bangka IX No 49R, Jakarta Selatan.

Salah satu alasan yang membuat Rizal Ramli terpanggil untuk maju di Pilpres 2019 adalah berangkat dari kegelisahannya melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di angka 5 persen dalam tiga tahun terakhir ini. Menurutnya, penyebab ekonomi yang tak beranjak naik itu akibat intervensi asing yang begitu kuat dalam memengaruhi kebijakan.

“Hal-hal seperti inilah yang mendorong saya memutuskan siap memimpin Indonesia. Dengan potensi SDA yang berlimpah, rakyat yang rajin dan ingin bekerja, saya yakin Indonesia bisa tumbuh 10 persen dalam periode 2019-2024. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, akan banyak tersedia lapangan kerja, upah meningkat, dan kemiskinan akan berkurang,” pungkas Rizal Ramli.

 

 


(Alee)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats