Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 20 Februari 2018 17:18 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban Tol Becakayu

Jakarta, HanTer -  Tujuh pekerja menjadi korban robohnya konstruksi beton pada tiang pancang proyek Tol Becakayu, di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018) dini hari. Beruntung, para korban terdaftar dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif menjelaskan, dengan terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, setiap pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan menjalani pengobatan dan perawatan di Rumah Sakit seluruh biayanya akan ditanggung hingga sembuh, tanpa batasan plafon.

“Para pekerja yang menjadi korban pada peristiwa ini akan ditanggung seluruh biaya perawatannya sampai sembuh,” kata Krishna usai mengunjungi korban di RS UKI Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018).

Tak hanya itu, Krishna juga menyebut para korban akan mendapatkan santunan pengganti upah bulanan selama peserta menjalani pengobatan dan perawatan. “Peserta yang menjalani proses penyembuhan dan tidak dapat bekerja seperti biasanya juga tetap akan mendapatkan hak upah seperti yang dapatkan biasanya,” jelas dia.

Krishna menuturkan, besarnya risiko yang dihadapi pekerja apabila mengalami kecelakaan kerja harus diantisipasi. Karena itu, ia mengimbau kepada seluruh pemberi kerja, khususnya perusahaan konstruksi baik milik pemerintah maupun swasta untuk mendaftarkan proyek jasa konstruksi pada program BPJS ketenagakerjaan.

“Sehingga BPJS Ketenagakerjaan akan hadir memberikan perlindungan pasti bagi seluruh tenaga kerja yang terlibat pada proyek ini,” tutur dia.

Pentingnya K3

Dalam kesempatan itu, Krishna juga mengimbau agar pelaku usaha memperhatikan aspek Keselamatan, Kesehatan, dan Keamanan (K3) pada semua aspek pekerjaan. Dengan begitu, peristiwa yang mengakibatkan kecelakaan kerja dapat terhindarkan.

BPJS Ketenagakerjaan, imbuh Krishna, juga tak tinggal diam. Saat ini, pihaknya telah menyiapkan Tim Reaksi Cepat untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa kecelakaan kerja yang dalam beberapa waktu terakhir meningkat signifikan, seiring dengan gencarnya proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

"Para pemberi kerja juga harus menyadari, berdasarkan regulasi, jika pekerjanya tidak terdaftar di kami mengalami kecelakaan kerja, maka pemberi kerja wajib memberikan pengobatan dan santunan minimal sesuai dengan standar BPJS Ketenagakerjaan. Maka segera pastikan pekerja anda sudah terdaftar, karena bisnis Anda bisa lumpuh karena harus menanggung semua beban jika terjadi kecelakaan kerja", tutup Krishna.

Sebagai informasi, robohnya konstruksi beton pada tiang pancang proyek Tol Becakayu itu terjadi Selasa (20/2) sekira pukul 03.00 WIB. Dari tujuh pekerja yang menjadi korban, enam diantaranya dirawat di RS UKI, yakni Jonny Arisman (40), Kirpan (36), Karmin (45), Rusman (35), Agus (27), dan Supri (46). Sedangkan, satu orang pekerja dirawat di RS Polri Kramat Jati, yakni Waldi.

Sejak Januari-Februari 2018 ini, tercatat lima kasus kecelakaan kerja proyek pemerintah dengan lima korban diantaranya meninggal dunia. Pemerintah, saat ini memutuskan untuk melakukan moratorium atau penghentian sementara semua proyek konstruksi elevated seperti jalan layang tol maupun non-tol dan jembatan. Moratorium ini dilakukan hingga proses evaluasi seluruh proyek dilakukan.

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats