Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 08 Februari 2018 21:05 WIB

BI: Pelemahan Rupiah Terdampak Kenaikan Bunga The Fed

Jakarta, HanTer - Bank Indonesia menyebutkan depresiasi nilai tukar rupiah yang menembus level Rp13.600 pada Kamis (8/2/2018) masih tergolong dinamika normal, karena pelaku pasar tengah melakukan penyesuaian untuk menghadapi kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed) yang diperkirakan terjadi Maret 2018.

"Itu hanya penyesuaian yang normal. Jika sekarang ekspetasinya adalah Maret, akan ada kenaikan tekanan di Februari," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Mirza mengatakan, pelaku pasar saat ini memang mengubah ekspetasinya terhadap pergerakkan suku bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve menjadi kenaikan 3-4 kali dari sebelumnya 2-3 kali pada tahun ini.

Hal itu, menurut dia, karena perbaikan data ekonomi makro AS, khususnya data ketenagakerjan yang disusul kenaikan ekspetasi inflasi dan juga imbal hasil obligasi pemerintah AS. "Maka itu kami lihat karena ekspetasi pasar terhadap ekonomi AS cukup strong, maka ada penyesuaian yang kami lihat normal," ujarnya.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan dolar AS perkasa karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS pascadisahkanya anggaran defisit pemerintah AS. "Naiknya yield obligasi AS menahan laju rupiah meski di dalam negeri terdapat sentimen positif," katanya, dilansir Antara.

Dia mengatakan sentimen positif naiknya cadangan devisa Indonesia pada januari 2018 diharapkan dapat menahan tekanan mata uang domestik lebih dalam terhadap dolar AS.


(Ant/Abe)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats