Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 08 Februari 2018 19:45 WIB

Jelang Libur Imlek, Operator Penerbangan Diminta patuhi Prinsip 3S+1C

Jakarta, HanTer - Hari Raya Tahun Baru China 2569 Kongzili atau di Indonesia dikenal dengan sebutan Tahun Baru Imlek tinggal seminggu lagi, bertepatan pada tanggal 16 Februari 2018. Di beberapa daerah Indonesia yang mempunyai komunitas penduduk etnis Tionghoa yang besar, tahun baru tersebut biasanya dirayakan secara meriah dengan berbagai ritual dan atraksi selama beberapa hari. Akan banyak masyarakat yang datang berkunjung ke daerah-daerah tersebut, baik untuk pulang kampung dan merayakan hari raya atau berwisata menikmati atraksi-atraksi yang ditampilkan.
 
Beberapa maskapai nasional sudah bersiap-siap menambah jumlah kursi penerbangan dengan melakukan extra flight. Hingga hari ini, tercatat maskapai Sriwijaya Air, NAM Air dan Citilink sudah menyatakan akan melakukan extra flight ke beberapa daerah tujuan yang masyarakatnya ramai merayakan hari raya Imlek ini seperti Tanjung Pandan, Pangkal Pinang, Pontianak dan Semarang.
 
Terkait hal tersebut, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan kembali para operator di bidang penerbangan untuk mematuhi prinsip 3S+1C dalam penerbangan yaitu Safety, Security, Services dan Compliance (kepatuhan pada aturan yang berlaku).
 
"Saya ingatkan kembali pada operator penerbangan baik itu maskapai, pengelola bandara, groundhandling dan pengelola navigasi penerbangan untuk bekerja dengan prinsip 3S +1C tersebut. Hal ini penting mengingat extra flight  dilaksanakan di luar waktu-waktu penerbangan yang normal di masing-masing bandara dan pada bulan Februari ini juga memasuki puncak musim penghujan dengan cuaca yang sering berubah-ubah secara ekstrim. Jadi semua perlu waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik terkait keselamatan, keamanan maupun pelayanan penerbangan," ujar Agus.
 
Menurutnya, untuk di Indonesia, libur Imlek memang tidak seperti libur Lebaran atau Natal dan Tahun Baru Masehi di mana jumlah penumpang melonjak tajam. Untuk libur imlek, jumlah penumpang yang melonjak hanya di daerah-daerah tertentu. Namun pada tahun ini, libur Imlek jatuh pada hari Jumat sehingga jika ditambah libur hari Sabtu-Minggu akan jadi long weekend.
 
"Pada saat long weekend itu biasanya ada lonjakan penumpang. Apalagi sekarang juga ditambah Imlek, jadi kemungkinan penumpang akan bertambah dan dengan demikian perlu antisipasi lebih dini. Walaupun hanya di daerah-daerah tertentu, tetap harus kita antisipasi karena itu menyangkut saudara-saudara kita sebangsa dan se-tanah air," lanjut Agus lagi.
 
Sesuai dengan prinsip transportasi udara yang berkecepatan tinggi, puncak kepadatan keberangkatan penumpang diprediksi pada hari Kamis sore hingga Jumat pagi (15-16/2) dan puncak kepadatan kepulangan penumpang pada Minggu malam hingga Senin pagi (18/19-2).
 
Terkait masalah cuaca yang sering berubah secara ekstrim karena memasuki puncak musim penghujan, Agus meminta para operator penerbangan tersebut untuk lebih mengintensifkan kerjasama dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) di masing-masing bandara untuk mengetahui perubahan cuaca dari waktu ke waktu, baik di tempat asal, selama penerbangan hingga tempat tujuan penerbangan. Jika cuaca memang tidak mendukung untuk penerbangan, Agus menginstruksikan untuk menunda atau membatalkan penerbangan.
 
Hingga hari ini, Kamis (8/2) adat tiga maskapai yang menyatakan menyiapkan extra flight yaitu Sriwijaya Group (Sriwijaya dan NAM air) serta Citilink. 
 
Sriwijaya Air grup akan menambah 21.168 kursi penerbangan di lima rute  yaitu Jakarta - Tanjung Pandan PP, Jakarta -Pontianak PP, Jakarta- Pangkalpinang PP, Pangkalpinang -Palembang PP, Jakarta -Semarang PP.
 
Sedangkan Citilink akan menyiapkan 15.480 kursi tambahan selama periode tanggal 11 - 24 Februari 2018 untuk kota tujuan Tanjung Pandan, Pangkal Pinang dan Pontianak. 
 


(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats