Di Publish Pada Tanggal : Senin, 05 Februari 2018 14:42 WIB

Program Perisai, "Senjata" Baru BPJS TK Gaet Peserta Informal dan UMKM

Gianyar, HanTer -  BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Program Penggerak Jaminan Sosial Nasional (Perisai), di Pasar Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (5/2/2018).
 
Perisai merupakan sebuah program keagenan dalam rangka memperluas cakupan kepesertaan secara nasional, khususnya bagi pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU) dan UMKM.
 
Peresmian dilakukan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, dan dihadiri oleh Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata, Dirjen PHI dan Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang, Presdir Federasi Sharoushi Jepang Kenzo Onishi, perwakilan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) Indonesia, Katsumi Ishizu, serta mitra perbankan dari CIMB Niaga dan BNI. 
 
"Hari ini kami secara resmi meluncurkan Perisai di tengah masyarakat pedagang Pasar Sukawati, sebagai simbol hadirnya Perisai ke tengah pekerja BPU dan UMKM," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, dalam kesempatan itu
 
Agus menjelaskan, tujuan peluncuran kegiatan ini agar masyarakat pekerja Indonesia dapat mengenal Perisai secara lebih luas, sehingga tidak ada keraguan untuk bergabung menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui Perisai.
 
Terlebih, kata dia, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hak bagi seluruh pekerja di Indonesia. Melalui perlindungan yang dihadirkan negara ini, BPJS Ketenagakerjaan menjamin segala risiko kerja yang timbul dikemudian hari.
 
Sebagai informasi, Program Perisai sebenarnya telah diperkenalkan secara terbatas sejak November 2017. Sejak itu, telah terdaftar1.300 Perisai yang telah berhasil  mengakuisisi 54.000 pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dalam kurun waktu dua bulan. 
 
"Kami harap Perisai dapat menjadi katalis utama untuk meningkatkan cakupan kepesertaan pekerja BPU dan UMKM. Namun kami juga akan terus  mengembangkan inovasi strategi lainnya sesuai segmen pekerjanya, agar seluruh pekerja di Indonesia dapat terlindungi," pungkas Agus.
 
Lapangan Kerja Baru
 
Lebih lanjut dijelaskan Agus, Program Perisai diadopsi dari konsep Sharoushi dan Jimmikumiai dari Jepang, yang kemudian disempurnakan dengan pemanfaatan teknologi informasi berbasis digital untuk kemudahan operasional dan meminimalisir risiko terjadinya fraud (kecurangan).
 
Dalam implementasinya, Perisai didukung oleh sistem perbankan untuk memastikan transaksi keuangan berjalan dengan baik, yaitu Bank CIMB Niaga dan Bank BNI. "Dengan dukungan sistem teknologi informasi tersebut, Perisai dapat bekerja bermodalkan hanya handphone dalam mengakuisisi peserta, dan kinerjanya dapat dipantau secara real time," katanya.
 
Agus menambahkan PERISAI juga berpotensi untuk membuka lapangan pekerjaan baru, dengan daya saing SDM Perisai yang akan terus ditingkatkan dengan pelatihan, melalui tiga tahapan kompetensi. 
 
Oleh karena itu, ia juga mengajak masyarakat yang memiliki komunitas dan networking luas dengan lingkungan pekerja informal dan UMKM untuk bergabung menjadi Perisai. Tentu saja, para Perisai akan mendapatkan insentif dari BPJS Ketenagakerjaan atas setiap akuisisi dan pembayaran iuran yang dilaksanakannya.
 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats