Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 24 Januari 2018 22:05 WIB

Carut-Marut Masalah Garam, Jokowi Diminta Turun Tangan

Jakarta, HanTer - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) meminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan intervensi guna menyelesaikan permasalahan garam di Tanah Air yang selama bertahun-tahun ini terus menghantui sektor kelautan nasional.

"Garam adalah urusan strategis. Dengan kewenangan yang dimiliki, Presiden harus secepatnya turun tangan membereskan ego sektoral ini," kata Sekretaris Jenderal Kiara Susan Herawati di Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Susan mengingatkan bahwa adanya perbedaan data garam nasional yang dimiliki oleh sejumlah kementerian yang menjadi dasar kebijakan impor garam sebanyak 3,7 ton tahun 2018, seharusnya sudah tidak terjadi lagi.

Ia berpendapat perbedaan data garam nasional terus menerus terjadi di level pengambil kebijakan tanpa ada keinginan kuat untuk segera menyelesaikan bersama. Dalam kasus impor garam 2018, perbedaan data ditunjukkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Kementerian Perindustrian (Kemeperin).

Seperti dilansir Antara, data KKP menyebutkan, Indonesia memiliki stok garam nasional sebanyak 394.505 ton, estimasi produksi tahun 2018 sebanyak 1,5 juta ton, dan kebutuhan garam sebanyak 3,98 juta ton. Dengan demikian, kebutuhan impor garam direkomendasikan sebanyak 2,133 juta ton. Sementara itu, data Kemeperin menyebutkan, kebutuhan impor sebanyak 3,77 juta ton.

Ia memaparkan bahwa perbedaan data garam telah terjadi setidaknya sejak tahun 2012, sehingga seharusnya persoalan mendasar itu sudah dibereskan sejak dulu.

"Sengkarut data garam nasional, bahkan impor garam seharusnya tidak boleh terjadi jika pemerintah berkomitmen untuk mencapai swasembada garam dan kedaulatan pangan. Pemerintah harus duduk bersama dan memprioritaskan kepentingan masyarakat petambak garam," tegasnya.

Susan juga meminta Presiden Joko Widodo untuk tegas menutup celah permainan mafia garam yang ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari kondisi ini. Lebih jauh, lanjutnya, Presiden diminta untuk serius mewujudkan swasembada garam dan kedaulatan pangan mengingat Indonesia masih memiliki potensi garam yang belum dimanfaatkan dengan baik.


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats