Di Publish Pada Tanggal : Senin, 15 Januari 2018 19:43 WIB

Tahun Politik, Kuota Elpiji Subsidi Jangan Dikurangi

Jakarta, HanTer - Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria meminta pemerintah dan DPR tidak mengurangi kuota elpiji pada tahun politik 2018 dan 2019. Pasalnya, pengurangan kuota ini akan berdampak pada kelangkaan elpiji di masyarakat.
 
“Tahun politik sangat rawan gejolak sosial dan politik sehingga isu apapun bisa jadi persoalan besar bagi negeri ini, dan kelangkaan elpiji bisa kerawanan sosial dan politik. Apalagi jika kelangkaan ini ditunggangi oleh kelompok-kelompok untuk menghantam pemerintah,” ”ujar Sofyano di Jakarta, Senin (15/1/2018).
 
Pengamat kebijakan energi ini lebih lanjut mengemukakan, pada tahun politik hendaknya pemerintah dan DPR tidak mengeluarkan wacana atau perencanaan terkait distribusi elpiji, misalnya dengan program distribusi tertutup dan sejenisnya. Soalnya hal ini bisa memicu kepanikan masyarakat sehingga bisa berpengaruh terhadap situasi politi.
 
“Jadi, kalau pemerintah tidak mengoreksi harga elpiji di tahun 2018 dan 2019 dan tidak mengotak-atik kuota elpiji yang sudah ada, merupakan kebijakan yang sangat tepat.  Besaran kuota elpiji harus sesuai dengan tingkat pertumbuhan penduduk maupun pertumbuhan ekonomi. Ini paling tepat dan bisa diterima semua kalangan,” papar Sofyano.
 
Sofyano meminta Menteri Keuangan dan Menteri ESDM tidak memaksa Pertamina untuk melakukan pengendalian pasokan elpiji karena dikhawatirkan berbuntut timbulnya kepanikan, sehingga masyarakat
menimbun elpiji subsidi. Tentu  ini  bisa menjadi masalah besar.
 
“Agar elpiji 3 kg tidak diselewengkan oleh pihak pemain aparat penegak hukum harus melakuka pengawasan melalui gerakan senyap yang tidak menimbulkan keriuhan dimasyarakat,” tutup Sofyano. 


(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats