Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 14 Januari 2018 17:18 WIB

Dirjen Hubud Ingatkan: The Sky Is Wide but There`s No Room for Error

Jakarta, HanTer - Dirjen Hubud menngingatkan dan mengajak segenap penyelenggara penerbangan di Indonesia untuk terus meneguhkan tekad menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan. 
 
Sebelumnya Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso pada rapat besar dengan para operator penerbangan di Bandara Sentani Papua pada 12 Januari lalu meneguhkan komitmen untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan di Papua, di awal tahun 2018 ini. 
 
Menurutnya walaupun saat ini pemenuhan terhadap peraturan keselamatan penerbangan nasional sudah diakui oleh dunia internasional dan masuk dalam jajaran elit negara-negara maju di dunia penerbangan karena “Pemenuhan terhadap aturan Safety” penerbangan  Indonesia melompat jauh diatas rata rata dunia , hal tersebut tidak ada artinya jika tidak bisa dipertahankan secara kontinyu.
 
"Tantangan ke depan  akan semakin berat, karena perkembangan jumlah penumpang di Indonesia yang mencapai angka 12% pertahun  juga pasti akan diikuti oleh meningkatnya jumlah dan tipe pesawat terbang yang beroperasi di bumi Indonesia, yang membuat resiko terkait keselamatan dan keamanan penerbangan semakin tinggi karena memerlukan kuantitas dan kualitas inspektor pihak regulator Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan kepatuhan para operator yang harus selalu di check dan richeck," ujar Agus Santoso.
 
Untuk itu semua penyelenggara penerbangan baik itu penyelenggara bandara, maskapai penerbangan, pengelola navigasi penerbangan, MRO, groundhandling, Aircraft Manufacture dan lainnya untuk selalu bekerja sesuai standar dan prosedur operasi yang sudah ditetapkan.
 
Sebaliknya, sebagai regulator penerbangan, Agus juga berjanji akan terus memantau dan mengikuti perkembangan penerbangan internasional, baik dalam hal perkembangan teknologi, peraturan dan yang lainnya.
 
"Kami akan pantau dan selanjutnya akan memformulasikannya dalam aturan-aturan penerbangan nasional yang menyesuaikan dengan aturan-aturan internasional. Selanjutnya kami juga akan mengawasinya dengan ketat agar keselamatan dan keamanan penerbangan nasional tetap terjamin. The sky is wide but there`s no room for error," ujar Agus mengutip jargon keselamatan penerbangan internasional.
 
Jargon tersebut dapat diartikan bahwa walaupun langit sebagai habitat penerbangan adalah amat sangat luas, namun tidak boleh ada toleransi kesalahan sedikitpun dalam hal pengelolaan keselamatan dan keamanan penerbangan karena akibatnya akan sangat fatal.
 
Dalam hal keselamatan penerbangan ini, Agus menargetkan nilai efektif implementasi jika dilakukan ICVM USOAP ICAO lagi terus meningkat.
 
"Dalam tahun ini tidak ada agenda audit ICVM USOAPdari ICAO. Namun kita tetap harus siap jika nanti dilakukan audit lagi. Saya targetkan nilainya meningkat dari 81,15 persen menjadi sekitar 85 persen," ujar Agus lagi.
 
Tahun 2017 lalu bisa ditasbihkan sebagai tahun teraman sepanjang sejarah penerbangan komersil Internasional, termasuk di Indonesia. Hal ini mengutip dari harian Independent pada 2 Januari 2018 yang merujuk hasil riset dari lembaga konsultan penerbangan To70 yang berbasis di Belanda.
 


(Alee)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats