Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 26 Desember 2017 22:59 WIB

Persaingan Antarmoda, Tarif KA Bandara Harus Kompetitif

Jakarta, HanTer - Pengamat transportasi Djoko Setidjawarno mengatakan tarif Kereta Api (KA) Bandara harus kompetitif, karena sudah ada taksi dan bus yang menjadi moda transportasi ke bandara Soekarno-Hatta.

"Besaran tarif bisa jadi polemik, tinggi atau rendah. Perlu diketahui, transportasi umum yang melayani ke dan dari Bandara Soekarno-Hatta sudah ada taksi dan bus bandara," kata Djoko dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (26/12/2017).

Menurut dia KA Bandara sebagai transportasi umum baru, selayaknya memilih besaran tarif di antara tarif taksi dan bus bandara. Dengan tarif tersebut, kata dia, diupayakan tidak mengurangi begitu besar pengguna bus dan taksi, namun dapat mengalihkan penumpang serta pekerja rutin menuju dan dari Bandara Soekarno-Hatta. 

"Dengan demikian ketersediaan lahan parkir di bandara bisa berkurang," kata Djoko.

Djoko juga menyoroti perihal pembelian tiket bahwa pengelola KA Bandara harus fleksibel dan kreatif. 
"Pengalaman KA Bandara Medan-Kualanamu okupansinya rendah. Kalau target raih pekerja perlu skema tarif langganan," kata dia.

Selain itu Djoko menyarankan ada tarif khusus untuk bisa meraih target penumpang. "Jika penumpang rombongan lebih dari dari tiga orang dapat tarif khusus. Pasalnya, berpergian lebih dari tiga orang lebih memilih sewa kendaraan atau taksi," kata Djoko.

Menurut dia lebih baik menjual tiket dengan tarif murah namun tetap ada keuntungan yang didapat dibandingkan kereta kosong tanpa okupansi.

Djoko berpendapat pendapatan KA Bandara juga sebaiknya tidak hanya mengandalkan penjualan tiket.
"Hanya dengan mengandalkan pendapatan dari penumpang, pasti tidak bisa segera menutup operasional dan modal pembangunan infrastruktur dan pengadaan sarana. Oleh sebab itu cara memanfaatkan aset seputaran operasional kereta lebih bijak dapat dilakukan," jelas dia. 

Seperti diketahui, Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta mulai dilakukan uji coba operasional pada Selasa 26 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018. Pada periode itu, PT KAI memberlakukan tarif promosi Rp30.000, sedangkan mulai 2 Januari 2018 ditetapkan tarif Rp70.000.

Direktur Utama PT KAI, Edi SukmoroEdi mengatakan kereta bandara terdiri dari enam kereta per rangkaian yang bisa menampung 272 penumpang dan 42 perjalanan. Pada pengoperasian awal ini, KA Bandara baru akan beroperasi atau menaikturunkan penumpang di tiga stasiun, yaitu Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Batu Ceper dan Stasiun Soekarno-Hatta. 
 


(Abe/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats