Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 26 Desember 2017 22:30 WIB

Kenaikan Harga Pangan Tak Terbendung

Jakarta, HanTer - Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat terus merangkak naik dalam periode akhir tahun ini. Kenaikan ini seolah membantah klaim pemerintah yang sejak jauh-jauh hari menyebut ketersediaan stok pangan mencukupi sehingga tidak memicu terjadinya kenaikan harga.

Beberapa bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan drastis diantaranya, telur ayam mencapai Rp28.000 per Kg dari rata-rata harga normal Rp20.000 per Kg, daging ayam naik menjadi Rp43.000 perkg dari rata-rata Rp35.000 perKg.

Kemudian, harga cabai baik cabai rawit maupun cabai merah keriting naik di kisaran Rp45.000 perkg dari rata-rata Rp25.000 perKg. Kemudian beras, kenaikan terjadi merata pada beragam jenis beras dengan kisaran kenaikan Rp500 perKg.

“Semua (bahan pangan) naik, mau sayur apalagi sembako. Yang repot ini telur dan ayam, ini kebutuhan utama sehari-hari, jadi berasa sekali pengeluaran,” kata Lusi (32) seorang pembeli di Pasar Cijantung, Jakarta Timur kepada Harian Terbit, Senin (25/12/2017).

Lusi juga mengkritik pemerintah yang tak mampu meredam kenaikan harga dan mengumbar janji jika harga dan stok bahan pangan dipenghujung tahun ini mencukupi. “Kalau di berita-berita katanya (stok pangan) aman dan terkendali, ya ini buktinya naik semua,” kata dia.

“Padahal (Presiden) Jokowi sudah sering ingatkan menterinya supaya harga pangan diperhatikan,” keluh ibu rumah tangga yang mengaku pendukung Presiden Jokowi ini.

Terpisah, Amir, pedagang di Pasar Minggu Jakarta Selatan mengaku jika kenaikan harga dari pemasok sudah naik, sehingga para pedagang pun ikut menaikkan harga. “Sudah dari sananya naik, pasokan juga sedikit. Tapi ini masih wajar sih naiknya, karena Natal dan mau tahun baru,” imbuh dia.

Mengutip data Infopangan.Jakarta.go.id, pada Selasa (26/12/2017), kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas beras, cabai merah besar, dan cabai rawit merah. Namun, update data harga pangan tersebut hanya membandingkan harga terbaru dengan sehari sebelumnya. Artinya, tidak diketahui kenaikan atau penurunan harga riil jika dibandingkan dengan hari biasa.

Kerek Inflasi

Kenaikan sejumlah harga pangan membuat Bank Indonesia mewaspadai terjadinya lonjakan inflasi. Gubernur BI, Agus Martowardojo memproyeksikan laju inflasi hingga minggu ketiga Desember 2017 berada pada kisaran 0,42 persen. "Desember ini minggu ketiga ada di kisaran 0,42 persen," kata Agus.

Agus mengatakan laju inflasi pada periode ini masih disumbangkan oleh kenaikan harga-harga makanan seperti telur ayam dan cabai. Meski laju inflasi meningkat jelang akhir tahun, namun Agus menyakini tingkat inflasi nasional sepanjang 2017 berada pada kisaran 3,0 hingga 3,5 persen.

"Secara setahun masih ada di bawah 3,5 persen, sejalan dengan inflasi yang kita perkirakan 3,0 hingga 3,5 persen," ujarnya, dilansir Antara.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada November 2017 sebesar 0,20 persen, yang dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan seperti cabai merah, bawang merah dan beras. Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender Januari-November 2017 mencapai 2,87 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,3 persen.

Laju inflasi sepanjang 2017 ini masih berada di bawah asumsi yang ditetapkan pemerintah dalam APBNP 2017 sebesar 4,3 persen. Sementara itu, laju inflasi pada Desember 2016 tercatat sebesar 0,42 persen atau yang terendah sejak 2010 dalam periode yang sama. 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats