Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 23 Desember 2017 02:15 WIB

Intensifkan Pengawasan, Pemerintah dan BPJS-TK Sidak Proyek MRT

Jakarta, HanTer - Tim Reaksi Cepat yang berisi unsur Pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah proyek-proyek infrastruktur yang tengah masif di DKI Jakarta.

Kali ini, tim tersebut menggelar sidak di Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Jumat (22/12/2017) pagi. Tim dipimpin oleh Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kementerian Ketenagakerjaan, Sugeng Priyanto, Asisten Deputi Direktur Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Puspitaningsih, dan Kadisnakertrans DKI Jakarta, Priyono.

“Kunjungan kerja ke proyek MRT ini semata-mata untuk memastikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja sudah diterapkan dengan baik," kata Dirjen Sugeng Priyanto, yang disambut oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

Dari hasil kunjungan itu, Sugeng mengatakan informasi dari pihak MRT belum pernah terjadi kasus kecelakaan kerja di proyek tersebut. Untuk itu, ia berpesan agar capaian ini dipertahankan hingga proyek MRT rampung pada 2019 mendatang. "Publik sangat menunggu agar proyek bisa selesai tepat waktu dan segera kita nikmati bersama kemudahan-kemudahan dengan terbangunnya proyek ini, " katanya.

Ditempat yang sama, Asisten Deputi Direktur Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Puspitaningsih menuturkan, pengawasan dan sidak khusus proyek-proyek konstruksi ini merupakan instruksi dari Menteri Tenaga Kerja, mengingat masih adanya informasi bahwa sejumlah tenaga kerja di proyek konstruksi belum dilindungi dalam jaminan sosial ketenagakerjaan yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam implementasinya, kemudian dibentuk Tim Reaksi Cepat yang terdiri dari Kemenaker, Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, BPJS Ketenagakerjaan dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi. “Setiap Selasa dan Kamis tim gabungan bergerak. (Dan) ini sudah berjalan satu bulan,” kata dia.

Hasilnya, kata dia, ada beberapa temuan sejumlah perusahaan yang belum memasukkan tenaga kerja konstruksi sub-kontraktor ke dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. “Dari temuan itu, diberikan nota peringatan, di follow up dan secara persuasif diberi pemahaman. Umumnya, mereka langsung komitmen mendaftar,” kata dia.

Sementara dari pengawasan di stasiun MRT ini, ungkap dia, tidak didapati pelanggaran. Artinya, seluruh pekerja konstruksi baik dari perusahaan PT MRT dan sub-kontraktornya sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. “Ada yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan cabang Salemba dan Menara Jamsostek,” ungkap dia.

Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat, hingga 2017 tercatat 1,3 juta tenaga kerja konstruksi telah terdaftar ke dalam sejumlah program BPJS Ketenagakerjaan.

Kadisnakertrans DKI Jakarta, Priyono menambahkan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan apakah tenaga kerja di proyek-proyek konstruksi sudah menjalankan aspek perlindungan dan keselamatan kerja dengan baik.

“MRT sudah cukup baik, hanya saja memang perlu diperhatikan penggunaan masker, meskipun sebagian besar sudah dipenuhi. Saya sudah perintahkan pemakaian masker karena debunya luar biasa. Dan pemeriksaan ini akan dilakukan secara kontinyu,” imbuhnya. 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats