Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 28 November 2017 18:35 WIB

Menaker: Kompetensi Pekerja Migran Harus Ditingkatkan

Jakarta, HanTer - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri tengah berupaya mengurangi resiko bagi pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri. Salah satu cara adalah dengan meningkatkan aspek perlindungan serta meningkatkan kompetensi kerja.

“Mengelola migrasi tenaga kerja secara profesional dapat membantu pekerja migran mendapatkan akses pekerjaan yang baik dan memperbaiki perlindungan mereka ketika di luar negeri. Hal ini merupakan kewajiban pemerintah untuk memfasilitasi,” kata Menaker dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/11/2017).

Dari aspek perlindungan, dikatakan Hanif selama ini pemerintah Indonesia telah membuat berbagai kemajuan dalam sistem migrasi pekerja seperti Undang-undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang baru disetujui oleh DPR, Konsensus perlindungan Pekerja Migran ASEAN serta adanya program Desa Migran Produktif di daerah pedesaan.

Namun di sisi lain, kata Hanif, para pekerja migran juga harus ditingkatkan dari segi kompetensinya agar membuat proses migrasi menjadi lebih aman, murah, cepat, dan  bermanfaat. Hanif menambahkan, dengan meningkatkan kompetensi pekerja migran menjadi lebih baik maka akses terhadap pekerjaan juga lebih baik. 

“Ada beberapa bidang yang selama ini pekerja migran Indonesia kurang, terutama tentang bahasa, computer, dan kompetensi kerja yang harus ditingkatkan “kata Hanif.

Dikatakan Hanif, masyarakat perlu melihat isu pekerja migran secara objektif. Dari segi angka, permasalahan-permasalah yang dihadapi pekerja migran juga menurun. “Kekerasan terhadap pekerja migran menurun, permasalahan mengenai pekerjaan juga menurun, permasalahan mengenai penganiayaan dan masalah upah tidak dibayar juga juga menurun,” papar Hanif. 

 “Tak hanya itu, kita tidak ingin pekerja migran kita dibebani dengan beban kerja yang berlebihan karena rangkap-rangkap jabatan. Selama ini kita membuat kebijakan yang berlaku ke semua negara, sementara karakter setiap negara berbeda. Oleh karena itu, kedepannya kebijakan di setiap negara akan berbeda,” tambah Hanif.

Sementara itu, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves mengatakan, meskipun migrasi tenaga kerja mencerminkan terbatasnya kesempatan kerja domestik, namun migrasi juga memberikan dampak yang signifikan, baik bagi pekerja migran maupun perekonomian Indonesia.

“Pekerja migran Indonesia dapat memeperoleh penghasilan sampai enam kali upah mereka di dalam negeri, dan bagi 70% pekerja migran, bekerja di luar negeri merupakan pengalaman positif yang membantu mereka meningkatkan kesejahteraan,” ujar Rodrigo.

Selain itu, tambah Rodrigo, migrasi juga memberikan peluang kepada pekerja migran untuk memperoleh ketrampilan dan pengalaman kerja, dan bagi hampir 80% pekerja migran wanita, migrasi merupakan pintu masuk ke pasar kerja.

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats