Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 10 November 2017 10:28 WIB

Kementerian BUMN Lakukan Pembenahan,Tinggal 10 BUMN yang Rugi

Jakarta, Hanter - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengemukakan ada 21 nama BUMN masih merugi sehingga tidak akan menyetor dividen kepada negara pada 2018.  "Mereka masih menghadapi masalah keuangan," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (30/8/2017).
 
Namun, versi Kementerian BUMN saat ini hanya 10 BUMN yang masih merugi, dan diperkirakan akhir tahun ini kurang dari lima BUMN yang merugi. Kementerian BUMN terus melakukan pembenahan-pembenahan agar semua BUMN sehat dan berkinerja baik.
 
“Jadi tidak benar ada 21 BUMN yang merugi saat ini. Benar sebelumnya 25 BUMN, sekaranh ada 10 BUMN yang rugi, tapi sampai akhir tahun ini paling yang rugi kurang dari 5 BUMN,” ujar seorang pejabat Kementerian BUMN kepada Harian Terbit, Kamis (9/11/2017).
 
Bapak Asuh
 
Upaya yang dilakukan Kementerian BUMN dalam membenahi BUMN yang merugi antara lain, peningkatan revenue dan efisiensi biaya. Sedangkan untuk BUMN yang kecil-kecil dan belum bisa berdiri, dititipkan ke BUMN besar sebagai Bapak asuh.
 
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro seusai rapat kerja di Komisi VI DPR Jakarta, Rabu (30/8), mengatakan, pihaknya menyiapkan formula untuk "mengobati" BUMN yang dinilai sakit karena mengalami kerugian atau akumulasi kerugian.
 
"Kami akan kasih obat untuk BUMN yang sakit. Tapi, kuncinya sinergi, jangan biarkan BUMN saling bersaing sendiri," kata Imam Apriyanto.
 
Menurut Imam, kesalahan tata kelola, operasional yang tidak efisien dan ketidakmampuan sumber daya menjadi sejumlah faktor yang membuat BUMN tidak berkinerja baik. Kementerian BUMN sendiri telah memperketat pengawasan dan pembinaan agar kinerja perusahaan BUMN bisa positif.
 
Imam menambahkan, pihaknya menargetkan hingga akhir 2017 hanya ada satu BUMN yang merugi, yakni Merpati Nusantara Airlines. Kerugian itu pun disebutnya lantaran lisensi penerbangan maskapai tersebut telah dicabut.
 
"Kami punya target Desember ini tidak mengalami kerugian. Kalau targetnya Bu Menteri (Menteri BUMN Rini Soemarno) memang satu yang tidak bisa diobati seperti Merpati yang lisensi penerbangannya sudah dicabut sehingga untuk dijalankan pun memang berat," imbuhnya.
 
Harus Diperbaiki
 
Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta pemerintah harus serius untuk memperbaiki kinerja BUMN yang terus merugi.  Dengan demikian BUMN bisa berperan untuk APBN.
 
Disisi lain Menteri BUMN Rini Soemarno harus mencopot direksi dan komisaris yang tidak mampu meningkatkan kinerja BUMN. “BUMN rugi karena pengelolaan jelek dan ambaradul. Hal ini akibat direksi dan komiarisnya tidak mampu,” kata Uchok. 


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats