Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 02 November 2017 17:09 WIB

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Beras

Jakarta, HanTer - Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan beras, khususnya kualitas medium, dengan menugaskan Perum Bulog untuk melakukan operasi pasar (OP) di seluruh wilayah Indonesia dalam mengantisipasi datangnya perayaan Hari Natal dan Tahun Baru.
 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa pihaknya menyiapkan langkah operasi pasar oleh Perum Bulog untuk menjaga kestabilan harga beras medium, dan bukan untuk mengisi kekosongan pasokan karena stok yang dimiliki masih sangat mencukupi.
 
"Khawatir ada spekulasi, dan kami tidak ingin menjadi pemadam kebakaran. Kami hanya menyiapkan agar harga stabil, bukan mengisi kekosongan (pasokan beras medium)," kata Enggartiasto, di Jakarta, Kamis, (2/11/2017).
 
Enggartiasto mengatakan bahwa saat ini harga beras khususnya kualitas medium dalam kondisi stabil. Namun, pemerintah tidak ingin mengambil risiko adanya spekulan yang berusaha mengambil keuntungan, khususnya menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru.
 
Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas beras kualitas medium dan premium, dalam upaya untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengendalikan tingkat inflasi. Aturan tersebut mulai berlaku efektif pada 1 September 2017, dan dinyatakan mampu menjaga stabilitas harga beras.
 
Tercatat, Perum Bulog memiliki stok sebanyak 1,7 juta ton. Enggartiasto menyatakan, beras yang dimiliki Perum Bulog tersebut siap digelontorkan ke wilayah-wilayah yang mengalami gejolak harga. Saat ini, beberapa wilayah yang menjadi perhatian utama adalah wilayah yang diperkirakan memiliki potensi kenaikan permintaan bahan pokok tersebut.
 
Beberapa wilayah tersebut antara lain adalah Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat dan Sumatera Utara. Nantinya, operasi pasar yang dilakukan Perum Bulog tersebut akan menjual beras kualitas medium dengan harga Rp8.100 per kilogram.
 
"Kami menugaskan Perum Bulog, yang akan didampingi oleh Satgas Pangan untuk tetap dan meningkatkan OP beras medium, terutama di daerah-daerah yang berpotensi atau diduga konsumsinya akan meningkat. Beras premium tidak ada soal," ujar Enggartiasto.
 
Beberapa waktu lalu terjadi kekurangan pasokan beras kuaitas medium di Pasar Induk Beras Cipinang. Pemerintah mengambil langkah untuk melakukan operasi pasar dengan jumlah 75.000 ton. Operasi pasar tersebut mulai dilaksanakan 9 Oktober 2017.
 
Namun, operasi pasar yang baru menggelontorkan 5.200 ton beras medium tersebut sudah bisa menambah pasokan dan menstabilkan harga. Rencananya, pada minggu ini operasi pasar akan menggelontorkan sebanyak 4.010 ton beras medium ke Pasar Induk Beras Cipinang.
 
Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata harga beras kualitas medium di DKI Jakarta sebesar Rp10.910 per kilogram, Surabaya Rp9.400 per kilogram, Jayapura Rp14.000 per kilogram dan Ambon Rp12.000 per killogram.
 


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats