Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 04 Oktober 2017 12:34 WIB

PT. KAI dan Dishub Diminta Selesaikan Masalah di Bandengan

Jakarta, HanTer - Uji coba penutupan sebidang perlintasan kereta api di Jalan Bandengan Utara dan Selatan berbuntut masalah baru di wilayah tersebut. 
 
Masalah yang timbul yakni untuk lahan parkir sepeda motor, bajaj dan angkutan umum, di lokasi itu dikuasai pak ogah yang kerap meminta uang kepada pengendara yang melintasi rel kereta api.
 
Perwakilan Warga Bandengan Utara 3, Miftahul Munir, mengatakan penutupan yang dilakukan oleh PT. Kereta Api dan Dinas Perhubungan justru mengundang permasalahan baru.
 
Sebab, dengan adanya pak ogah yang meminta uang kepada kendaraan roda dua yang nekat menerobos palang pintu yang sudah ditutup itu akan berdampak pada perebutan lahan yang menjanjikan mendapatkan uang dengan mudah.
 
"Mereka hanya bermodalkan baskom (menampung uang), mengatur secara bergantian sepeda motor yang menrobos dari sisi samping, ini akan berdampak buruk, bisa dari keributan satu sama lain bisa juga ribut antar kelompok," ujar Munir kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/10/2017).
 
Munir yang juga selaku Ketua RT 013/011, Pekojan menilai‎, pimpinan PT. KAI dan Dinas Perhubungan tidak melakukan peninjauan secara langsung.
 
Sehingga, dampak buruk paska penutupan perlintasan kereta api itu sengaja dibiarkan.
 
"Ini karena para pemimpin tidak turun ke lapangan, jadi mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Yang mereka tahu hanya membuat aturan tanpa melihat sisi buruk bagi bagi warga sini," kritiknya.
 
Munir meminta pihak PT. KAI dan Dishub untuk segera menghentikan uji coba tersebut sebelum terjadi keributan. ‎"Kalau ada peristiwa keributan atau bahkan sampai terjadi saling bacok-bacokan, apakah KAI dan Dishub mau tanggungjawab? Warga sini bukan tidak mau menolak tapi masih menunggu uji coba ini. Menurut saya ini adalah kesalahan besar kalau sampai ditutup," pungkasnya.
 
‎Sebelumnya diketahui, PT. KAI dan Dishub melakukan penutupan terhadap Perlintasan Kereta Api Bandengan Utara dan Selatan pada Kamis (28/9/2017) malam. Penutupan itu pun sempat mendapatkan penolakan dari warga Bandengan Utara dan Selatan.
 
‎Padahal, perlintasan kereta api itu tidak pernah terjadi kecelakaan ataupun keacetan. Sebaliknya, kawasan Angke, lokasi tabrakan antara Metromini dan kereta api tidak ditutup oleh PT. KAI dan Dishub.


(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats